Showing posts with label Gunung. Show all posts
Showing posts with label Gunung. Show all posts

Thursday, September 25, 2014

Cara Mendaki Gunung Cikuray

sobat adventure - Gunung Cikuray merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Garut. Cikuray bagaikan tembok raksasa menjulang tinggi ke angkasa membentengi Garut dari arah selatan. Hamparan awan yang begitu luas seperti samudra nampak hadir menyambut para pendaki di pagi hari. berada di puncak Gunung Cikuray rasanya seperti berada di negri dongeng "Negri Di Atas Awan". Ini yang membuat Cikuray selau diminati bagi para pendaki gunung. Postingan kali ini akan membahas tentang bagaimana cara mendaki gunung Cikuray?

Bagi sobat dari luar Garut naik Bus jurusan Garut dan berhenti di Terminal Guntur Garut. Jalur menuju puncak Cikuray ada dua jalur jadi pilih mau pakai jalur yang mana?
  • Via Cilawu/ Stasiun Pemancar
Dari Terminal Guntur sobat naik saja Angkot berwarna putih abu-abu jurusan Cilawu dengan tarif Rp. 5.000.- Bisa langsung minta diantar ke pos  I bila rombongana harga nego. Membayar tiket masuk Rp. 3.000.- per orang, Motor Rp. 5.000.- Mobil kecil Rp. 10.000.- Mobil besar Rp. 15.000.

Dari stasiuan pemancar isi penuh wadah pengisian air sebanyak mungkin karena di jalan sampai puncak Cikuray sobat tidak akan menemukan sumber air lagi. Pendakian bisa langsung dimulai dengan trek yang langsung menanjak dengan melewati perkebunan teh dan ladang milik penduduk setempat setelah itu sobat akan melewati jalur dengan vegetasi hutan yang lebat. Hati-hati jamgan sampai keluar jlaur karena di beberapa bagian di kanan kirinya terdapat jurang yang cukup curam.


  • Via Bayongbong Cigedug
Dari Terminal Guntur sobat naik saja Angkot 08 berwarna putih kuning jurusan Bayongbong dengan tarif Rp. 5.000.-Minta berhenti di pertigaan Cicayur pamalayan setelah 100m setelah alun-alun Bayongbong. Dari pertigaan Cicayur bisa sewa ojeg Rp. 15.000.- per orang atau sewa mobil Pickup biaya Rp. 200.000.- per rombongan sampai Pabrik. Mudian mebayar uang simaksi Rp. 3.000 per orang.
Post Registrasi Cikuray Via Bayongbong

Sama seperti di Pemancar jangan lupa isi penuh persedian air sobat karena dijalur ini pun sobat tidak akan menemukan sumber air lagi.

Tips hemat buat sobat dari JABOTABEK dan sekitarnya, untuk menghemat waktu dan ongkos sebaiknya dari Terminal Kampung Rambutan bisa naik Bus KARUNIA BAKTI dengan jurusan SINGAPARNA. Kemudian turun di Perkebunan Dayeuhmanggung Cilawu, dari sana kepemancar tinggal pilih mau jalan kaki, ojeg atau sewa mobil.

Sumber: http://infopaguci.blogspot.com/2017/03/cara-mendaki-gunung-cikuray.html

Wednesday, September 24, 2014

Cara Melakukan Pendakian Gunung Semeru

sobat adventure - Bagi para pendaki, Gunung Semeru merupakan salah satu gunung yang harus didaki, selain gunung tertinggi di pulau jawa Gunung Semeru juga menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Nah bagi sobat adventure yang ingin mendaki Gunung Semeru tapi tidak tahu harus bagai mana? Postingan kali ini akan sangat bermanfaat bagi sobat pendaki pemula yang belum tahu banyak tentang tata cara dan peraturan mendaki Gunung Semeru.

1. Syarat Dan Izin Pendakian
Calon pendaki harus mengurus perizinan di kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru via kantor seksi pengelolaaan taman nasional wilayah 2 di Tumpang bagi yang menggunakan jalur lewat Malang, sedangkan yang melalui jalur lainnya, melewati Lumajang, mendaftar di Kantor pengelolaan Ranupane.

Itu semua wajib di lakukan untuk memudahkan pengawasan dan monitoring para pendaki jika terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan dan memudahkan menghubungi pihak keluarga dan instansi terkait lainnya. Adapun persyaratannya yang harus di lengkapi oleh calon pendaki Semeru antara lain:


  • Fotocopy identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar)  sebanyak 2 rangkap untuk masing-masing calon pendaki.
  • Mengisi Biodata: Nama lengkap, Umur, Alamat lengkap beserta nomor telpon keluarga yang dapat dihubungi.
  • Membayar tiket masuk,
    Tabel harga tiket masuk
    Bila membawa kendaraan pribadi akan dikenakan tambahan biaya Rp 3.000/ sepeda motor, Rp 6.000/ mobil. Kendaraan umum / charter biaya karcis kendaraan ditanggung oleh masing - masing sopir kendaraan tersebut.
  • Pendakian dilakukan berkelompok/beregu, minimal 3 orang. Bila ingin mendaki sendirian maka petugas tidak akan memberikan pelayanan perijinan untuk melakukan pendakian
2. Peraturan Mendaki
  • Setelah mendapatkan surat izin pendakian dan melengkapi administrasi di kantor SPTN II, calon pendaki diharapkan melaporkan diri ke Petugas di Pos Ranupane untuk registrasi ulang (tidak dipungut biaya lagi) dengan mengisi buku tamu (nama ketua kelompok, alamat, jumlah pengikut, nomor surat ijin, tanggal naik dan tanggal turun sesuai yang ada di surat ijin), serta mengisi blanko daftar barang bawaan.
  • Bagi para calon pendaki yang belum pernah mendaki ke Gunung Semeru dianjurkan untuk di dampingi oleh guide, atau bergabung dengan kelompok lain yang sudah pernah melakukan pendakian ke Gunung Semeru.
  • Berjalanlah secara kelompok, jangan memisahkan diri dari rombongan, serta dilarang memotong kompas atau membuat jalur sendiri. Ikutilah jalur yang sudah ditetapkan.
  • Para calon pendaki dilarang membawa senjata sajam berupa Golok, Kapak, dan sejenisnya, namun diperbolehkan membawa pisau lipat atau pisau dapur untuk peralatan memasak.
  • Dilarang membawa minuman keras dan obat-obatan terlarang selama melakukan pendakian.
  • Di puncak Mahameru dilarang mendekati kawah Jonggring Saloka yang masih aktif karena berbahaya adanya gas belerang dan semburan abu panas, serta material lainnya.
  • Setelah turun dan tiba di pos Ranupani, agar melaporkan diri kepada Petugas dan mengisi buku tamu kembali untuk memastikan bahwa anda dan rombongan telah benar-benar turun, dan menyerahkan sampah bawaan.
3. Rute Perjalanan
Rute perjalanan menuju Gunung Semeru dapat melalui Kabupaten Lumajang dan Malang, Namun kebanyakan calon pendaki masuk melalui pintu masuk Tumpang kantor SPTN II Malang. Pendaki yang menggunakan jasa kereta api, dari Stasiun Kota Baru Malang kemudian naik angkot AMG, ADL dengan biaya Rp 2.500 turun diterminal Arjosari Malang, waktu tempuh. Dari terminal Arjosari Malang pendaki dapat naik angkot warna putih jurusan Tumpang-Arjosari, waktu tempuh 45 menit dengan biaya Rp 5.000,- turun di terminal pasar Tumpang.

Dari pasar Tumpang perjalanan dilanjutkan naik jeep/truck engkel ke Ranu Pani, waktu tempuh dua jam dengan biaya Rp. 30.000,- per orang atau carter Rp 400.000,- per kendaraan.
4. Waktu Pendakian
Mendakilah pada saat tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Semeru. Pendakian ke Gunung Semeru, pulang pergi diperlukan waktu beberapa hari tergantung kemampuan fisik masing-masing calon pendaki.
  • Ranu Kombolo 
Berangkat dari Ranu Pani pukul 7.00 WIB dengan jarak tempuh 10 Km melalui jalan setapak  sekitar 3-4 jamperjalanan. Bagi sobat yang baru pertama kali pasti akan bingung menemukan jalur pendakian. Maka, setelah sampai di gapura selamat datang, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar karena akan mengarah ke kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki melewati Watu Rejeng, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam dengan melintasi Gunung Ayek-Ayek.

Jalur awal yang akan di lalui landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan ilalang. Disini tiidak ada tanda petunjuk arah jalan, akan tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100 m. Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, para pendaki akan sampai di Watu Rejeng. Watu Rejeng  merupakan batu terjal yang sangat  indah dengan pandangan ke arah lembah dan bukit yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus.  Perjalanan dari Watu Rejeng  menuju Ranu Kumbolo masih cukup jauh.

Di Ranu Kumbolo terdapat danau seluas 12 Ha  dengan ketinggian 2.400 m dpl. Di Ranu Kumbolo ini terdapat pondok pendaki serta MCK untuk istirahat dan memasak bahkan untuk ngecemp dan mendirikan tenda. Ranu Kumbolo merupakan tempat peristirahatan yang memiliki pemandangan dan ekosistem dataran tinggi asli. Panorama alam di pagi hari akan lebih menakjubkan berupa sinar matahari yang terbit dari celah-celah bukit yang menyebabkan sekitar danau berwarna kemerah-merahan dan kekuningan, di tambah uap air dari danau seakan-akan keluar dari danau tersebut. Di pagi hari juga dapat melihat atraksi burung Belibi.
  • Ranu Kumbolo-Kalimati
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo akan diawali mendaki bukit terjal dengan pemandangan yang sangat indah dibelakang ke arah danau. Perjalanan dari Ranu Kumbolo ke Kalimati berjarak 5 Km serta membutuhkan waktu tempuh dua hinga tiga jam.


Tak jauh dari ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang terletak di lembah Gunung Ayek-Ayek yang dinamakan Pangonan Cilik. Asal usul nama tersebut karena padang rumput ini mirip dengan padang penggembalaan ternak (Pangonan). Kemudian di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan Oro-Oro Ombo, luasnya sekitar 100 Ha. Oro-Oro Ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Padang rumput ini mirip sebuah mangkuk dengan hamparan rumput yang berwarna kekuningan, kadang-kadang pada beberapa tempat terendam air hujan. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Di sebelah selatan padang rumput Oro-Oro Ombo terdapat kelompok Hutan Cemoro Kandang termasuk dalam gugusan Gunung Kepolo. Gunung Kepolo merupakan hutan yang ditumbuhi pohon cemara gunung dan tumbuhan paku-pakuan. Daerah ini topografinya relatif datar.

Setelah Cemoro Kandang perjalanan berlanjut ke padang rumput Jambangan yang terletak di ketinggian 3.200 m dpl, di sini terdapat beberapa pohon cemara, Cantigi, dan bunga Edelweis. Topografinya relatif datar, terdapat beberapa tempat teduh yang ideal untuk peristirahatan. Dari tempat ini terlihat dengan jelas puncak Gunung Semeru menjulang tinggi dengan kepulan asap yang menjulang ke angkasa serta alur lahar pada seluruh tebing puncak yang mengelilingi berwarna perak. Di tempat inilah para pendaki maupun fotografer sering mengabadikan atraksi keunikan dari Gunung Semeru.

Kalimati-Mahameru

Daerah kalimati merupakan tempat untuk mempersiapkan diri menuju puncak Semeru yang sering disebut Mahameru. Untuk melanjutkan perjalanan ke puncak dianjurkan pagi-pagi sekali sekitar pukul 2.00-3.00 pagi. Waktu tempuh sekitar empat sampai lima jam dengan perjalanan yang terus menanjak.

Nama kalimati berasal dari nama sebuah sungai/kali yang tidak berair. Aliran air hanya terjadi apabila musim hujan, aliran menyatu dengan aliran lahar Gunung Semeru. Perjalanan pada siang hari medan yang dilalui terasa makin berat selain terasa panas juga pasir akan gembur bila terkena panas. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Jalan menuju surga itulah ungkapan dari para pendaki yang melakukan pendakian ke Semeru. Alur lahar berpasir terbentuk dari bongkahan lahar yang membeku menyelimuti seluruh tebing, menjulang tinggi untuk di daki dengan kemiringan 60-70 derajat bahkan lebih apabila berada di bagian bawah tebing. Di malam hari, tempat ini hanya terlihat seakan-akan berada di kaki seorang raksasa. Kesiapan fisik dan mental harus secara matang diperhitungkan, begitu juga keteguhan hati dan kesabaran serta semangat untuk mencapai puncak tertinggi di pulau jawa.
Selamat Mendaki.

Monday, February 24, 2014

Cikajang Peduli Gunung Kelud

sobat adventure - Garut 23 Februari 2014, Paska terjadinya bencana alam erupsi Gunung Kelud pekan lalu Jumat 14 Fberuari 2014 membuat berbagai pihak simpati dan peduli dengan kejadian tersebut, salah satu bentuk kepedulian itu dilakukan dengan mengadakan berbagai kegiatan solidaritas penggalangan dana untuk para korban erupsi Gunung Kelud. Seperti kegiatan penggalan dana dan aksi solidaritas yang dilakukan para remaja dan anak muda Garut yang tergabung dalam beberapa komunitas ini dilakukan di Alun-alun Kecamatan Cikajang.

Aksi solidaritas tersebut mengusung tema "Cikajang Peduli Gunung Kelud" dilakukan dengan meminta sumbangan secara suka rela dan menjual aksesoris gantungan kunci dan pin bertuliskan Cikajang Peduli Gunung Kelud kepada para pengendara dan pengguna jalan lainnya di sekitar Alun-alun Cikajang. Untuk menarik perhatian masyarakat dan para pengendara panita mengadakan pagelaran band sederhana dengan menampilkan musisi-musisi perwakilan dari masing-masing komunitas di tengah-tengah Alung-alun Cikajang.

Komunitas-komunitas yang turut berpartisi pasi dalam aksi penggalangan dana Cikajang Peduli Gunung Kelud ini adalah Garut Musisi Community, Indonesi Rock Club Garut, Rasta van Java, Pecinta Alam Garut, komunitas motor Garut dan masih banyak lagi. Besar kecilnya uang yang terkumpul dari hasil penggalangan dana akan diberikan dan disumbangkan langsung kepada para korban erupsi Gunung Kelud. "Aksi ini adalah untuk menunjukan bentuk kepedulian para remaja dan anak muda Garut atas musibah meletusnya Gunung Kelud" tutur Bang Jek, salah satu panita pelaksana Cikajang Peduli Gunung Kelud.

Thursday, February 20, 2014

Kontemplasi Para Pendaki Di Puncak Tertinggi



sobat adventure - Kontemplasi merupakan keadaan seseorang yang berada dalam situasi teramat intim dengan dirinya sendiri, dalam usaha mengidentifikasi keberadaan, pikiran dan perasaannya, dimana segala bentuk dua lisme antra subjek dan objek terpupus, berbaur dalam kesatuan utuh. Pada artikel ini sobatadventure.com akan membahas tentang kontemplasi ketinggian para pendaki gunung di puncak tertingi.

Sejenak saya akan mencoba mengajak sobat adventure untuk mengingat kembali ingatan sobat adventure tentang pendakian gunung yang pernah sobat adventure lakukan. Coba buka kembali memori otak sobat kapan terakhir kali sobat adventure melakukan pendakian? Kemudian kontemplasi dan pengalaman menarik apa saja ketika sobat melakukan pendkaian sebuah gunung? Tentunya sobat adventure mengalami kontemplasi yang berbeda-beda.

Pada dasarnya mendaki gunung adalah sebuah kegiatan penjelajahan atau perjalanan menuju puncak suatu gunung, kegiatan wisata menyenangkan dan petualangan yang menegangkan. Tapi lebih dari itu, mendaki gunung merupakan kegiatan yang bisa mendekatkan diri kita kepada tuhuan yang menciptakan bumi yang begitu megah dengan segala isinya serta alam raya yang begitu indah. Dalam mendaki gunung junga memberikan dan mengjarkan kita rasa syukur. Kita adalah mahluk kecil, bahkan jika dibandikan dengan gunung yang menjulang tingi ciptaanya yang hendak kita daki kata kita masih jauh lebih kecil.

Mendaki gunung adalah sebuah kegiatan renungan untuk memperbaiki diri. Merenungi perbuatan apa saja yang telah dilakukan sebelumnya, sudah benarkah? Kesalahan mana yang harus diperbaiki?. Di alam terbuka seperti saat berada di puncak gunung merupakan waktu yang paling tepat untuk mengintrofeksi semuanya, waktu yang pas untuk memikirkan hal-hal yang perlu kita lakukan kedepannya dan mempersiapkan hal-hal untuk masa depan yang akan datang.

Dalam mendaki gunung di butuhkan perenacanaan yang matang (Kunci Sukses Perencananan Perjalanan), pengetahuan yang cukup, semangat tingi, kerja keras dan tenaga yang kuat. Begitu pula dalam kehidupan nyata, dalam menjalani kehidupan sehari-hari itu sama halnya dengan mendaki gunung. Semakin keatas jalannya semakin terjal, namun tak jajarang ditengah perjalanan menemukan turunan dan kaki kita harus kuat menopang berat badan supaya tidak terperosok kedalam jurang (Ingin Pendakaian Aman Dan Selamat? Fahamilah Teknik Dasar Mendaki Gunung). Pada jalur yang datar meskipun sempit kita bisa beristirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaga. Berjalan dalam mendaki gunung tidak boleh terburu-buru, harus pelan dan hati-hati agar kita bisa memenejemen tenaga kita untuk bisa sampai di puncak. Selain itu dalam mendaki gunung kita perlu memikirkan peralatan dan perbekalan apa saja yang harus dibawa? Begitu juga dengan hidup, harus dipersiapkan dengan matang sebelum melangkah ke level atau tahap selanjutnya dari tahap kehidupan.

Makan makanan yang ada, tidur ditempat seadanya dan terkena angin pegunungan yang sangat dingin. Dalam mendaki gunung juga mengjarkan untuk ikhlas dalam menerima kenyataan hidup atas rizki yang telah diberikan. Mendaki gunung mengajarkan indahnya kebersamaan, makna kepedulian, arti kerja keras, cara menghargai proses, dan semangat pantang menyerah.

Kalau hanya puncak tertingi sebuah gunung yang ingin kau capai, berarti kamu belum mengerti apa hakikat dari mendaki gunung itu sendiri. Keluarlah kemudian cari sumber-sumber air kepada orang yang bisa memberikannya. Salam adventure.

Wednesday, February 19, 2014

Apa Motivasi Anda Mendaki Gunung?

sobat adventure - Apa motivasi anda mendaki gunung? Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan sederhana sekaligus pertanyaan paling mendasar yang banyak ditanyakan kepda seorang pendaki gunung. Pada postingan kali ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Senja di Gunung Guntur
Pada dasarnya setiap pendaki gunung memiliki motivasi yang berbeda-beda. Termasuk dalam mengartikan makna pendaki gunung itu sendiri. Dan menurut saya pendaki gunung adalah seorang individu yang melakukan sebuah kegiatan pendakian gunung dengan tujuan tertentu yang dilakukan perorangan atau dilakukan secara kelompok.

Dari sekian banyak pendaki gunung yang saya tanya tentang motivasinya mendaki gunung. Mereka menjawab dengan jawaban yang berbeda. Dari semua jawaban tersebut saya dapat menyimpulkan apa motivasi mereka dalam mendaki gunung. Ini dia lima kesimpulan motivasi para pendaki dalam mendaki gunung .

  1. Ingin menujukan idividual power atau superioritas dalam mengatasi hambatan ekstrim dalam situasi yang sarat bahaya dan ketidak pastian.
  2. Menghindari dari rutinitas kehidupan sehari-hari, sebagai reaksi terhadap keterbatasan dan karakteristik kehidupan modern.
  3. Menghindari dari rutinitas kehidupan sehari-hari, sebagai reaksi terhadap keterbatasan dan karakteristik kehidupan modern.
  4. Keinginan kuat untuk mengeksplorasi lingkungan yang masih asing dan penuh dengan misteri.
  5. Rangsangan daya tarik terhadap sifat petualangan dalam mengatasi kesulitan dan resiko terhadap keselamatan diri sendiri. Daya tarik dan ketakjuban dalam tingkat yang relatif abstrak (spiritual experiences, religious, feelings).
Antara Rangsangan Dan Dasar Rasionil

Dari kelima motivasi tersebut bisa disimpulkan bahwa masi h banyaknya para pendaki yang mengabaikan peringitan akan bahaya yang senantiasa menanti di ketinggian yang akan dihadapi para pendaki gunung dengan mendaki gunung tanpa dadasari teknik dasar mendaki yang cukup. "Banyak orang mengira seorang pendaki gunung adalah seorang pencinta alam, Namun kenyataannya tidak begiu". Semoga bermanfaat, salam adventure.

Perbedaan Utama Karakteristik Gunung Tropis Dengan Subtropis

sobat adventure - Sebagai salah satu negara yang memiliki banyak gunung, ternyata Idonesia memiliki gunung sebanyak 400 gunung dan 130 diantaranya merupakan gunung beraapi aktiv (wikipedia). Indonesia yang beriklim tropis memiliki gunung dengan karkteristik yang berbeda-beda, apa lagi jika dibandingkan dengan gunung subtropis seperti di Eropa sana. Namun tahukah sobat perbedaan utama karakteristik gunung subtropis dengan gunung tropis? Pada kesempatan ini saya akan coba membahas perbedan utama karakteristik pada gunung subtropis dengan tropis. Baiklah mari kita mulai.

Walaupun memiliki jenis batuan yang hampir sama, akan tetapi tingkat pelapukan, erosi, fluktuasi serta temperatur di subtropis lebih tinggi. Oleh karena itu permukaan pada batuan akan lebih runcing dan banyak rekahan. Kesamaan karakteristik pada permukaan batuan bisa terjadi pada gunung tropis yang memiliki ketingian diatas 4.000 meter. Pada ketinggian tersebut erosi es dan temperatur berpengaruh pada bentuk permukaan batuan.

Fluktuasi temperatur antara siang dan malam serta perbedaan musim sepanjang tahun di subtropis lebih tinggi jika dibandingkan dengan di tropis. Selain itu temperatur rata-rata pada subtropis biasanya lebih rendah dari tropis.

Karena es dan salju berada pada ketinggian yang lebih rendah maka permukaan gunung yang ditutupi tumbuhan di subtropis jauh lebih sedikit dibanding di tropis. Demikan juga dengan keanekaragaman hayati di subtropis lebih rendah dibanding tropis.

Kecepatan angin (pengaruh cyclone tropic) di daerah subtropis lebih tinggi dibanding di tropis. Kemudian kelembaban udara (humidity) di subtropis lebih rendah daripada tropis. (Seminar Nasional "Kondisi Fisiu Pendaki Gunung)

Itulah perbedaan utama karakteristik gunung subtropis dan tropis. "Semakin tingi aku berada dipuncak gunung, semakin dekat pula keberadaanku dengan tuhanku".

Friday, February 14, 2014

Cara Dan Tips Mendaki Gunung Papandayan

Gunung Papandayan yang mempesona memberikan berjuta kenangan dan keindahan kepada semua pasang mata yang mengaguminya. Alam menyimpan berjuta misteri dan menimbulkan seribu tanya tatkala kita mencoba untuk memahaminya. Seperti gunung-gunung lainnya Gunung Papandayan dengan segala keindahannya menyimpan banyak bahaya. Mendaki gunung merupakan hal yang sangat menyenangkan terutama bagi mereka yang menamai dirinya sebagai pecinta alam. Namun dewasa ini banyak diberitakan tentang hilingnya atau tewasanya para pendaki gunung. Hal ini tentunya sangat tidak kita inginkan dan selalu berharap jangan pernah terjadi atau dialami oleh kita, maka dari itu hal terpenting sebelum mendaki gunung kita wajib mengntahui tentang segala yang berhubungan dengan mendaki gunung. (baca artikel sebelumnya untuk mengetahui tantang teknik dasar mendaki gunung)

Gunung Papandayan
Mendaki Gunung Papandayan dengan jalur pendakian yang bisa dibilang Cukup sederhana namun ternyata sangat sulit untuk dilalui. Apalagi bagi mereka yang pemula atau yang baru pertama kali mendaki gunung. Melalui tulisan sederhana ni saya ingin berbagi sedikit pengetahuan saya tentang cara dan tips mendaki gunung yang aman, nyaman dan selamat sampai lagi dirumah. Postingan kali akan sangat bermanfat untuk sobat adventure khusunya yang masih newbie.

Untuk sobat adventure dari luar Garut bisa memulai petualangan sobat dari Alun-Alun Tarogong Kidul atau dari Terminal Guntur Garut dengan menumpang mobil Angkutan umum Elef jurusan Cikajang atau pameungpeuk dan Angkot dengan jurusan Cikajang yang berwana putih biru tua dengan tarif ongkos tergantung kesepakatan dan jago nawar sama supir dan kondekturnya.
Waktu tempuh 30 menit waktu normal sampai di Cisurupan. Berhenti di Alun-alun Kecamatan Cisurupan setelah pasar Cisurupan tepat di tikungan jalan sebelah kiri ada lapangan sebelah kirinya lagi ada para tukang ojek dan mobil sewaan, warga sekitar menyebutnya Kolabak. Tinggal pilih mau pakai jasa yang mana. Untuk ongkosnya sama asal jago nawarnya bisa murah.

Supaya hemat apa bila ingin membeli makanan dan logistik lainnya yang dirasa kurang lebih baik membeli di pasar Cisurupan saja karena diatas ditempat parkir harganya lumayan mahal. Waktu tempuh dari pasar Cirupan ke tempat parkir sekitar 20 menitan dengan menggunakan kendaraan. Namun jika berjalan kaki waktu tempuhnya kurang lebih dua jam perjalanan dengan menyusuri jalan aspal sepanjang 8 kilo meter melewati perkampungan dan perkebunan warga sekitar.

Sebelum memulai pendakian alangkah baiknya sobat mendaftar diri sobat dengan memberikan data diri seperti foto copy KTP, No Hp, jumlah pendaki dan lama pendakian dan membayar uang pendaftaran kepada petugas di penjagaan. Kemudian cek kembali barang bawaan sobat. Isi juga botol minumang sobat karena di selama jalur pendakian tidak akan menemukan sumber air. Jangan terlalu banyak, secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan agar tidak terlalu berat karena di Pondok Salada kita ada sumber air lagi.

Dari tempat parkir pendakian bisa dimulai menju Pondok Salada kurang lebih sekitar dua jam dengan jalur pendakian berupa bebatuan batu vulkanik bekas letusan. Dan kepulan asap belerang berabau menyengat meyembur keluar menyembur di beberapa kawah dan sudut jalan. Jalur dimulai dari mendekati kawah lalu kemudian membelah kawah. Berhati-hatilah dalam melangkah karena terdapat beberapa bagian jalan yang gembur dengan suhu yang cukup panas. Terdapat pula jurang-jurang kecil di kanan kiri jalan.

Selanjutnya menuju puncak Papandayan dari Pondok Salada melalui Tegal Alun dengan mendaki punggungan gunung dengan konutur cukup terjal dengan medan jalur berupa bebatuan besar seperti sungai kering. Pendakian menuju puncak harus extra hati-hati jangan sampai terpleset dan jatuh.
Dan menurut saya jalur ini merupakan jalur tersulit di Gunung Papandayan. Di Podok Saladah Sobat bisa beristirahat dan mendirikan tenda. Apabila cuaca cerah dari Pondok Salada akan nampak terliha Death Forrest atau Hutan Mati.
Death Forest

Setelah melewati jalur ini sobat akan melewati jalur dengan vegetasi hutan cantigi yang cukup lebat kemudian tiba di Tegal Alun. Dari Tegal Alun jalan setapak menuju puncak tidak terlalu jelas jadi pasang mata dan perhatikan jalan dengan baik karena jalan ini memang jarang untuk dilalui. Jangan kecewa sesampainya di puncak karaena tidak nampak kawasan luas, kemudian tidak ada tugu petunjuk ketinggian seperti di gunung-gunung lainnya. Namun tetatp bisa menikmati pemandangan kawasan kawah papandayan dari sekitar puncak.

Demikian pengetahun saya tentang tips dan cara mendaki Gunung Papandayan. Jalur pendakian bisa saja berubah, apabila ada penjelasan yang kurang, mungkin sobat adventure bisa menambakannya. Sebagai penutup ada satu kalimat yang masih terngiang ditelinga saya "sekecil apapun barang dihutan adalah nyawa bagi kita, Egot Rimbawan" Terima Kasih.

Sumber: http://infopaguci.blogspot.com/2017/03/cara-mendaki-gunung-papandayan.html