Showing posts with label Mounteneering. Show all posts
Showing posts with label Mounteneering. Show all posts

Saturday, September 27, 2014

Cara Memilih Peralatan Mendaki Gunung

sobat adventure - Peralatan mendaki yang lengkap menjadi fator utama kesuksessan dalam mendaki gunung. Perlengkapan yang tepat serta memadai merupakan kunci sukses dalam perencanaan perjalanan. Selain harus memahami berbagagai macam tekni mendaki gunung kita juga harus memiliki perlengkapan yang lengkap.

Sumber gambar http://ridhopentagrow.blogspot.com
Cara meilih peralatan untuk mendaki gunung sangatlah mudah dan sederhana apabila dilakukan secara tepat. Pilih peralatan yang praktis dan memiliki banyak fungsi serta sesuakain pula dengan isi kantong kita.

Pilihlah: 

  1. Ransel dengan kondisi baik, jahitan serta pengikat kuat dan nyaman dugunkan. Kapasitas 60-70 Liter, Frame terlindung atau tidak menganggu pergerakan serata memiliki kantong atau saku luar.
  2. Matras dengan ketebalan minimal 3mm dengan lebar 40cm serta panjang 180 Cm. Bukan tikar, bukan polyfoam atau alumunium.
  3. Kompas bidik dengan satuan 360 derajat serta memiliki ketelitian dua derjat. Perputran piringan tidak terlalu cepat dan angka dapat di baca dengan jelas.
  4. Cincin Kait/ Carabiner jenis Scerew (Carabiner Screw Gate) bahan aluminium, tidk berkarat serata memiliki lisensi UIAA.
  5. Webbing, bukan tali tambang atau plastik, jenis tubular, kondisi baik tidak lapuk dengan panjang 4 m serta lebar 27 mm.
  6. Senter yang bukan dari logam, menggunakan dua buah batu besar dan diberi gantungan.
  7. Golok Tebas atau Tramontina yang tajam, bergagang dan bersarung kuat, panjang 30-40 cm.
  8. Pisau pinggang atau pisau lipat yang memliki sarung yang kuat, bukan bayonet  serta tajam untuk memotong, mengiris dan menetak.
  9. Sarung tangan kulit sesuaikan dengan ukuran tangan, tidak kaku, menutupi jari-jari tanagn serta menutupi melebihi pergelangan tangan
  10. Baju lapangan atau PD, kemeja lengan panjang jenis katun yang mudah kering tetapi bukan flanel yang disesuaikan denagn ukuran tubuh.
  11. Celana panjang PDL jenis katun, cepat kering, memiliki saku samping tapi bukan jenisa celana sambung.
  12. Jaket gunung/outdor yang anti air (Watter-proof) yang sesuai dengan ukuran tubuh kita
  13. Gesper atau ikat pinggang yang kuat namun lentur, bukan terbuat dari kulit serta berukuran sedang.
  14. Topi lapangan, topi rimba yang memiliki lubang pentilasi, bertali, bukan bahan dari jeans atau plastik.
  15. Kaos kaki berbahan katun tapi kuat.
  16. Sepatu PDl atau sepatu militer yang berbahan kulit, dan lentur.
  17. Kupluk/ Balaclava dengan bahan semi wol atau polar tapi tidak terlalu tebal.
  18. Perlengkapan memasak, makan dan minum yang terbuat dari alumunium.
  19. Kompor memasak dengan standr militer

Peralatan tersebut bisa didapatkan ditoko-toko outdor. Untuk memiliki semua peralatan tersebut kita harus mengeluarkan uang yang lumyan besar. Untuk mensiasatinya sobat jangan membeli semua peralatan yang baru yang dijual ditoko-toko. Sobat bisa membeli peralatan bekas dengan kulitas yang tidak kalh bagus dengan peralatan yang baru asalkan sobat bisa memilihnya. Apabila ada kegiatan mendaki mendadak sobat bisa meilih barang yang ada dirumah yang sesuai denga kriteria peralatan yang telah disebutkan diatas atau bisa meminjam ke orang yang telah memiliki peralatan yang sudah lengkap. Sumber: http://infopaguci.blogspot.com/2017/04/cara-memilih-peralatan-untuk-mendaki.html

Thursday, September 25, 2014

Cara Memimilih Jaket untuk Mendaki Gunung

Jaket seperti apaya yang cocok untuk digunakan dalam kegiatan mendaki gunung? Bagi para pendaki pemula pertanyan tersebut sering kali muncul. Apakah bisa menggunakan jaket gaul yang biasa dijual di pasaran? Sebenarnya dalam mendaki gunung bisa menggunakan jaket apa saja yang penting bisa melindungi tubuh kita dari dinginnya suhu udara di gunung. Namun Jaket yang sangat cocok untuk digunakan pada saat mendaki gunung adalah jaket yang praktis dan memiliki multifungsi. Postingan kali ini akan membantu sobat adventure bagaimana cara memilih jaket gunung dengan tepat.

Beraktivitas di alam bebas seperti mendaki gunung, hiking dan traveling saangat beresiko mengundang bahaya. Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan peralatan dengan segala sesuatunya secara tepat. Jangan mementingkan  gaya dan gaul, percuma jaketnya keren tetapi tidak bisa melindungi tubuh kita selama berpetualang di alam bebas. Dan ini dia beberapa cara memilih jaket gunung:

1. Sesuaikan Dengan Ukuran, Model Dan Bahan
  • Pilihlah jaket yang sesuai dengan ukuran tubuha anda. Jaket harus menutupi bagian atas dan bagian lengan tertutup rapat supaya mencegah udara dingin masuk.
  • Untuk model bisa disesuakan dengan selara, pilihlah jaket yang memiliki kerang tinggi dan topi penutup kepalanya.
  • Perhatikanlah detail, detail utama yang diperhatikan adalah bagian kantong dan resleting. Terlalu banyak kantong malah membuat jaket kurang efektif. Perhatikan pula masalah fungsi. Kantong di bagian samping perut, selain untuk menyimpan barang, bisa pula digunakan untuk menghangatkan telapak tangan. Reseleting yang baik biasanya memiliki lapisan yang tahan air. Bila tidak, minimal resleting di bagian depan memiliki lapisan penutup lagi untuk mencegah angin masuk. Beberapa jaket memiliki resleting di bagian ketiak, agar tetap sejuk selama dipakai. Model ini bisa menjadi pilihan.
  • Pada umumnya jaket gunung dibuat dari bahan wind-braker atau water-proof. Karena iklim kita beriklim tropis jadi pilihlah yang water-proof.
Sobat bisa melakukan tes dengan mengucek-ngucek sedikit jaket yang akan dibeli. Bahan anti air, seperti taslan dan gore-tex, biasanya akan terasa lebih licin dan kaku. Bila ingin memastikan kualitas, sobat dapat meniup salah satu bagian kain. Bila terasa mampat, dapat dipastikan bahan ini tersebut anti air.
2. Waran Terang Atau Gelap?
  
Warna ternag sangat dianjurkan karena dapat memantulkan cahaya sehingga lebih mudah terlihat dan dikenali.
3. Sesuaikan Dengan Medan Dan Waktu Penggunaan
Medan seperti apa yang akan sobat hadapi? Bila sobat pergi ke gunung dengan ketinggian 2.000 – 3.000 mdpl, maka gunakanlah jaket dengan bahan dalam polar untuk menghangatkan. Waktu penggunaannya pun sebaiknya dipakai pada saat tidur. Apabila dipakai untuk berjalan, maka keringat akan keluar berlebihan, sehingga tubuh akan merasa terlalu lelah akbat dehidrasi.

Pada beberapa kasus  pendakian ke puncak seperti ke Gunung Semeru atau Rinjani, perjalanan dilakukan sekitar pukul 02.00 pagi. Tentu saja jaket harus dipakai untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.
  
4. Perhatikan Merk
 
Pilihlah merk yang sudah sobat kenal, atau Anda sudah memiliki referensi mengenai merk tersebut. Merk luar yang terkenal seperti Jack Wolfskin, Heads, Timberland, dll. Beberapa merk ada pula yang mencantumkan logo gore-tex. Untuk merk lokal, beberapa yang bagus diantaranya Eiger, Consina, Avtech, dan Rei

Ada juga merk yang kurang dikenal namun memiliki bahan yang sangat bagus. Sobat adventure bisa menilai dari resletingnya. Bila tercantum merk jaket yang sama, berarti jaket terbilang bagus. Karena, tidak sembarang perusahaan bisa membuat logo di resleting. Bila tidak memakai merk sendiri, pilihaln jaket dengan merk resleting YKK, yang sudah terjamin kualitasnya.

Cara Mendaki Gunung Cikuray

sobat adventure - Gunung Cikuray merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Garut. Cikuray bagaikan tembok raksasa menjulang tinggi ke angkasa membentengi Garut dari arah selatan. Hamparan awan yang begitu luas seperti samudra nampak hadir menyambut para pendaki di pagi hari. berada di puncak Gunung Cikuray rasanya seperti berada di negri dongeng "Negri Di Atas Awan". Ini yang membuat Cikuray selau diminati bagi para pendaki gunung. Postingan kali ini akan membahas tentang bagaimana cara mendaki gunung Cikuray?

Bagi sobat dari luar Garut naik Bus jurusan Garut dan berhenti di Terminal Guntur Garut. Jalur menuju puncak Cikuray ada dua jalur jadi pilih mau pakai jalur yang mana?
  • Via Cilawu/ Stasiun Pemancar
Dari Terminal Guntur sobat naik saja Angkot berwarna putih abu-abu jurusan Cilawu dengan tarif Rp. 5.000.- Bisa langsung minta diantar ke pos  I bila rombongana harga nego. Membayar tiket masuk Rp. 3.000.- per orang, Motor Rp. 5.000.- Mobil kecil Rp. 10.000.- Mobil besar Rp. 15.000.

Dari stasiuan pemancar isi penuh wadah pengisian air sebanyak mungkin karena di jalan sampai puncak Cikuray sobat tidak akan menemukan sumber air lagi. Pendakian bisa langsung dimulai dengan trek yang langsung menanjak dengan melewati perkebunan teh dan ladang milik penduduk setempat setelah itu sobat akan melewati jalur dengan vegetasi hutan yang lebat. Hati-hati jamgan sampai keluar jlaur karena di beberapa bagian di kanan kirinya terdapat jurang yang cukup curam.


  • Via Bayongbong Cigedug
Dari Terminal Guntur sobat naik saja Angkot 08 berwarna putih kuning jurusan Bayongbong dengan tarif Rp. 5.000.-Minta berhenti di pertigaan Cicayur pamalayan setelah 100m setelah alun-alun Bayongbong. Dari pertigaan Cicayur bisa sewa ojeg Rp. 15.000.- per orang atau sewa mobil Pickup biaya Rp. 200.000.- per rombongan sampai Pabrik. Mudian mebayar uang simaksi Rp. 3.000 per orang.
Post Registrasi Cikuray Via Bayongbong

Sama seperti di Pemancar jangan lupa isi penuh persedian air sobat karena dijalur ini pun sobat tidak akan menemukan sumber air lagi.

Tips hemat buat sobat dari JABOTABEK dan sekitarnya, untuk menghemat waktu dan ongkos sebaiknya dari Terminal Kampung Rambutan bisa naik Bus KARUNIA BAKTI dengan jurusan SINGAPARNA. Kemudian turun di Perkebunan Dayeuhmanggung Cilawu, dari sana kepemancar tinggal pilih mau jalan kaki, ojeg atau sewa mobil.

Sumber: http://infopaguci.blogspot.com/2017/03/cara-mendaki-gunung-cikuray.html

Wednesday, September 24, 2014

Cara Melakukan Pendakian Gunung Semeru

sobat adventure - Bagi para pendaki, Gunung Semeru merupakan salah satu gunung yang harus didaki, selain gunung tertinggi di pulau jawa Gunung Semeru juga menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Nah bagi sobat adventure yang ingin mendaki Gunung Semeru tapi tidak tahu harus bagai mana? Postingan kali ini akan sangat bermanfaat bagi sobat pendaki pemula yang belum tahu banyak tentang tata cara dan peraturan mendaki Gunung Semeru.

1. Syarat Dan Izin Pendakian
Calon pendaki harus mengurus perizinan di kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru via kantor seksi pengelolaaan taman nasional wilayah 2 di Tumpang bagi yang menggunakan jalur lewat Malang, sedangkan yang melalui jalur lainnya, melewati Lumajang, mendaftar di Kantor pengelolaan Ranupane.

Itu semua wajib di lakukan untuk memudahkan pengawasan dan monitoring para pendaki jika terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan dan memudahkan menghubungi pihak keluarga dan instansi terkait lainnya. Adapun persyaratannya yang harus di lengkapi oleh calon pendaki Semeru antara lain:


  • Fotocopy identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar)  sebanyak 2 rangkap untuk masing-masing calon pendaki.
  • Mengisi Biodata: Nama lengkap, Umur, Alamat lengkap beserta nomor telpon keluarga yang dapat dihubungi.
  • Membayar tiket masuk,
    Tabel harga tiket masuk
    Bila membawa kendaraan pribadi akan dikenakan tambahan biaya Rp 3.000/ sepeda motor, Rp 6.000/ mobil. Kendaraan umum / charter biaya karcis kendaraan ditanggung oleh masing - masing sopir kendaraan tersebut.
  • Pendakian dilakukan berkelompok/beregu, minimal 3 orang. Bila ingin mendaki sendirian maka petugas tidak akan memberikan pelayanan perijinan untuk melakukan pendakian
2. Peraturan Mendaki
  • Setelah mendapatkan surat izin pendakian dan melengkapi administrasi di kantor SPTN II, calon pendaki diharapkan melaporkan diri ke Petugas di Pos Ranupane untuk registrasi ulang (tidak dipungut biaya lagi) dengan mengisi buku tamu (nama ketua kelompok, alamat, jumlah pengikut, nomor surat ijin, tanggal naik dan tanggal turun sesuai yang ada di surat ijin), serta mengisi blanko daftar barang bawaan.
  • Bagi para calon pendaki yang belum pernah mendaki ke Gunung Semeru dianjurkan untuk di dampingi oleh guide, atau bergabung dengan kelompok lain yang sudah pernah melakukan pendakian ke Gunung Semeru.
  • Berjalanlah secara kelompok, jangan memisahkan diri dari rombongan, serta dilarang memotong kompas atau membuat jalur sendiri. Ikutilah jalur yang sudah ditetapkan.
  • Para calon pendaki dilarang membawa senjata sajam berupa Golok, Kapak, dan sejenisnya, namun diperbolehkan membawa pisau lipat atau pisau dapur untuk peralatan memasak.
  • Dilarang membawa minuman keras dan obat-obatan terlarang selama melakukan pendakian.
  • Di puncak Mahameru dilarang mendekati kawah Jonggring Saloka yang masih aktif karena berbahaya adanya gas belerang dan semburan abu panas, serta material lainnya.
  • Setelah turun dan tiba di pos Ranupani, agar melaporkan diri kepada Petugas dan mengisi buku tamu kembali untuk memastikan bahwa anda dan rombongan telah benar-benar turun, dan menyerahkan sampah bawaan.
3. Rute Perjalanan
Rute perjalanan menuju Gunung Semeru dapat melalui Kabupaten Lumajang dan Malang, Namun kebanyakan calon pendaki masuk melalui pintu masuk Tumpang kantor SPTN II Malang. Pendaki yang menggunakan jasa kereta api, dari Stasiun Kota Baru Malang kemudian naik angkot AMG, ADL dengan biaya Rp 2.500 turun diterminal Arjosari Malang, waktu tempuh. Dari terminal Arjosari Malang pendaki dapat naik angkot warna putih jurusan Tumpang-Arjosari, waktu tempuh 45 menit dengan biaya Rp 5.000,- turun di terminal pasar Tumpang.

Dari pasar Tumpang perjalanan dilanjutkan naik jeep/truck engkel ke Ranu Pani, waktu tempuh dua jam dengan biaya Rp. 30.000,- per orang atau carter Rp 400.000,- per kendaraan.
4. Waktu Pendakian
Mendakilah pada saat tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Semeru. Pendakian ke Gunung Semeru, pulang pergi diperlukan waktu beberapa hari tergantung kemampuan fisik masing-masing calon pendaki.
  • Ranu Kombolo 
Berangkat dari Ranu Pani pukul 7.00 WIB dengan jarak tempuh 10 Km melalui jalan setapak  sekitar 3-4 jamperjalanan. Bagi sobat yang baru pertama kali pasti akan bingung menemukan jalur pendakian. Maka, setelah sampai di gapura selamat datang, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar karena akan mengarah ke kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki melewati Watu Rejeng, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam dengan melintasi Gunung Ayek-Ayek.

Jalur awal yang akan di lalui landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan ilalang. Disini tiidak ada tanda petunjuk arah jalan, akan tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100 m. Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, para pendaki akan sampai di Watu Rejeng. Watu Rejeng  merupakan batu terjal yang sangat  indah dengan pandangan ke arah lembah dan bukit yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus.  Perjalanan dari Watu Rejeng  menuju Ranu Kumbolo masih cukup jauh.

Di Ranu Kumbolo terdapat danau seluas 12 Ha  dengan ketinggian 2.400 m dpl. Di Ranu Kumbolo ini terdapat pondok pendaki serta MCK untuk istirahat dan memasak bahkan untuk ngecemp dan mendirikan tenda. Ranu Kumbolo merupakan tempat peristirahatan yang memiliki pemandangan dan ekosistem dataran tinggi asli. Panorama alam di pagi hari akan lebih menakjubkan berupa sinar matahari yang terbit dari celah-celah bukit yang menyebabkan sekitar danau berwarna kemerah-merahan dan kekuningan, di tambah uap air dari danau seakan-akan keluar dari danau tersebut. Di pagi hari juga dapat melihat atraksi burung Belibi.
  • Ranu Kumbolo-Kalimati
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo akan diawali mendaki bukit terjal dengan pemandangan yang sangat indah dibelakang ke arah danau. Perjalanan dari Ranu Kumbolo ke Kalimati berjarak 5 Km serta membutuhkan waktu tempuh dua hinga tiga jam.


Tak jauh dari ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang terletak di lembah Gunung Ayek-Ayek yang dinamakan Pangonan Cilik. Asal usul nama tersebut karena padang rumput ini mirip dengan padang penggembalaan ternak (Pangonan). Kemudian di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan Oro-Oro Ombo, luasnya sekitar 100 Ha. Oro-Oro Ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Padang rumput ini mirip sebuah mangkuk dengan hamparan rumput yang berwarna kekuningan, kadang-kadang pada beberapa tempat terendam air hujan. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Di sebelah selatan padang rumput Oro-Oro Ombo terdapat kelompok Hutan Cemoro Kandang termasuk dalam gugusan Gunung Kepolo. Gunung Kepolo merupakan hutan yang ditumbuhi pohon cemara gunung dan tumbuhan paku-pakuan. Daerah ini topografinya relatif datar.

Setelah Cemoro Kandang perjalanan berlanjut ke padang rumput Jambangan yang terletak di ketinggian 3.200 m dpl, di sini terdapat beberapa pohon cemara, Cantigi, dan bunga Edelweis. Topografinya relatif datar, terdapat beberapa tempat teduh yang ideal untuk peristirahatan. Dari tempat ini terlihat dengan jelas puncak Gunung Semeru menjulang tinggi dengan kepulan asap yang menjulang ke angkasa serta alur lahar pada seluruh tebing puncak yang mengelilingi berwarna perak. Di tempat inilah para pendaki maupun fotografer sering mengabadikan atraksi keunikan dari Gunung Semeru.

Kalimati-Mahameru

Daerah kalimati merupakan tempat untuk mempersiapkan diri menuju puncak Semeru yang sering disebut Mahameru. Untuk melanjutkan perjalanan ke puncak dianjurkan pagi-pagi sekali sekitar pukul 2.00-3.00 pagi. Waktu tempuh sekitar empat sampai lima jam dengan perjalanan yang terus menanjak.

Nama kalimati berasal dari nama sebuah sungai/kali yang tidak berair. Aliran air hanya terjadi apabila musim hujan, aliran menyatu dengan aliran lahar Gunung Semeru. Perjalanan pada siang hari medan yang dilalui terasa makin berat selain terasa panas juga pasir akan gembur bila terkena panas. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Jalan menuju surga itulah ungkapan dari para pendaki yang melakukan pendakian ke Semeru. Alur lahar berpasir terbentuk dari bongkahan lahar yang membeku menyelimuti seluruh tebing, menjulang tinggi untuk di daki dengan kemiringan 60-70 derajat bahkan lebih apabila berada di bagian bawah tebing. Di malam hari, tempat ini hanya terlihat seakan-akan berada di kaki seorang raksasa. Kesiapan fisik dan mental harus secara matang diperhitungkan, begitu juga keteguhan hati dan kesabaran serta semangat untuk mencapai puncak tertinggi di pulau jawa.
Selamat Mendaki.

Friday, February 14, 2014

Cara Dan Tips Mendaki Gunung Papandayan

Gunung Papandayan yang mempesona memberikan berjuta kenangan dan keindahan kepada semua pasang mata yang mengaguminya. Alam menyimpan berjuta misteri dan menimbulkan seribu tanya tatkala kita mencoba untuk memahaminya. Seperti gunung-gunung lainnya Gunung Papandayan dengan segala keindahannya menyimpan banyak bahaya. Mendaki gunung merupakan hal yang sangat menyenangkan terutama bagi mereka yang menamai dirinya sebagai pecinta alam. Namun dewasa ini banyak diberitakan tentang hilingnya atau tewasanya para pendaki gunung. Hal ini tentunya sangat tidak kita inginkan dan selalu berharap jangan pernah terjadi atau dialami oleh kita, maka dari itu hal terpenting sebelum mendaki gunung kita wajib mengntahui tentang segala yang berhubungan dengan mendaki gunung. (baca artikel sebelumnya untuk mengetahui tantang teknik dasar mendaki gunung)

Gunung Papandayan
Mendaki Gunung Papandayan dengan jalur pendakian yang bisa dibilang Cukup sederhana namun ternyata sangat sulit untuk dilalui. Apalagi bagi mereka yang pemula atau yang baru pertama kali mendaki gunung. Melalui tulisan sederhana ni saya ingin berbagi sedikit pengetahuan saya tentang cara dan tips mendaki gunung yang aman, nyaman dan selamat sampai lagi dirumah. Postingan kali akan sangat bermanfat untuk sobat adventure khusunya yang masih newbie.

Untuk sobat adventure dari luar Garut bisa memulai petualangan sobat dari Alun-Alun Tarogong Kidul atau dari Terminal Guntur Garut dengan menumpang mobil Angkutan umum Elef jurusan Cikajang atau pameungpeuk dan Angkot dengan jurusan Cikajang yang berwana putih biru tua dengan tarif ongkos tergantung kesepakatan dan jago nawar sama supir dan kondekturnya.
Waktu tempuh 30 menit waktu normal sampai di Cisurupan. Berhenti di Alun-alun Kecamatan Cisurupan setelah pasar Cisurupan tepat di tikungan jalan sebelah kiri ada lapangan sebelah kirinya lagi ada para tukang ojek dan mobil sewaan, warga sekitar menyebutnya Kolabak. Tinggal pilih mau pakai jasa yang mana. Untuk ongkosnya sama asal jago nawarnya bisa murah.

Supaya hemat apa bila ingin membeli makanan dan logistik lainnya yang dirasa kurang lebih baik membeli di pasar Cisurupan saja karena diatas ditempat parkir harganya lumayan mahal. Waktu tempuh dari pasar Cirupan ke tempat parkir sekitar 20 menitan dengan menggunakan kendaraan. Namun jika berjalan kaki waktu tempuhnya kurang lebih dua jam perjalanan dengan menyusuri jalan aspal sepanjang 8 kilo meter melewati perkampungan dan perkebunan warga sekitar.

Sebelum memulai pendakian alangkah baiknya sobat mendaftar diri sobat dengan memberikan data diri seperti foto copy KTP, No Hp, jumlah pendaki dan lama pendakian dan membayar uang pendaftaran kepada petugas di penjagaan. Kemudian cek kembali barang bawaan sobat. Isi juga botol minumang sobat karena di selama jalur pendakian tidak akan menemukan sumber air. Jangan terlalu banyak, secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan agar tidak terlalu berat karena di Pondok Salada kita ada sumber air lagi.

Dari tempat parkir pendakian bisa dimulai menju Pondok Salada kurang lebih sekitar dua jam dengan jalur pendakian berupa bebatuan batu vulkanik bekas letusan. Dan kepulan asap belerang berabau menyengat meyembur keluar menyembur di beberapa kawah dan sudut jalan. Jalur dimulai dari mendekati kawah lalu kemudian membelah kawah. Berhati-hatilah dalam melangkah karena terdapat beberapa bagian jalan yang gembur dengan suhu yang cukup panas. Terdapat pula jurang-jurang kecil di kanan kiri jalan.

Selanjutnya menuju puncak Papandayan dari Pondok Salada melalui Tegal Alun dengan mendaki punggungan gunung dengan konutur cukup terjal dengan medan jalur berupa bebatuan besar seperti sungai kering. Pendakian menuju puncak harus extra hati-hati jangan sampai terpleset dan jatuh.
Dan menurut saya jalur ini merupakan jalur tersulit di Gunung Papandayan. Di Podok Saladah Sobat bisa beristirahat dan mendirikan tenda. Apabila cuaca cerah dari Pondok Salada akan nampak terliha Death Forrest atau Hutan Mati.
Death Forest

Setelah melewati jalur ini sobat akan melewati jalur dengan vegetasi hutan cantigi yang cukup lebat kemudian tiba di Tegal Alun. Dari Tegal Alun jalan setapak menuju puncak tidak terlalu jelas jadi pasang mata dan perhatikan jalan dengan baik karena jalan ini memang jarang untuk dilalui. Jangan kecewa sesampainya di puncak karaena tidak nampak kawasan luas, kemudian tidak ada tugu petunjuk ketinggian seperti di gunung-gunung lainnya. Namun tetatp bisa menikmati pemandangan kawasan kawah papandayan dari sekitar puncak.

Demikian pengetahun saya tentang tips dan cara mendaki Gunung Papandayan. Jalur pendakian bisa saja berubah, apabila ada penjelasan yang kurang, mungkin sobat adventure bisa menambakannya. Sebagai penutup ada satu kalimat yang masih terngiang ditelinga saya "sekecil apapun barang dihutan adalah nyawa bagi kita, Egot Rimbawan" Terima Kasih.

Sumber: http://infopaguci.blogspot.com/2017/03/cara-mendaki-gunung-papandayan.html

Monday, December 10, 2012

Cara Memilih Sepatu Untuk Naik Gunung


sobat adventure. Dalam setiap kegiatan baik itu hiking, kemping, berwisata, mendaki gunung, jalan-jalan atau petualangan alam bebas lainnya kita pasti membutuhkan yang namanya sepatu untuk melakukan petualangan-petualangan tersebut karena tidak mungkin kita bertelanjang kaki alias nyeker, betul tidak?

Kegiatan utama dalam bertualang dan berwisata adalah berjalan. Ini berarti untuk bisa berjalan-jalan dan menikmati setiap sudut keindahan tempat yang kita kunjungi dengan aman dan nyaman, perlindungan terhadap kaki harus benar-benar diperhatikan. Kaki harus terlindung dari kemungkinan terluka karena duri, batu, paku dan benda tajam lainya yang terdapat di sepanjang perjalanan. Sepasang sepatu yang baiklah yang akan melindungi kaki yang gemar berjalan.

Nah untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih sepatu seperti:
  • Yang pertama pilih lah sepatu sesuai kebutuhan dan sesuai ukuran, kuat, lentur, ringan serta tidak terlalu kecil atau terlalu besar tapi pas sehingga nyaman di kaki dan nyaman digunakan.
  • Yang kedua pilihlah sepatu yang sol nya terbuat dari karet sintetis, jangan memilih sepatu yang gampang tergelincir, misalnya sol nya dari kulit.

Untuk itu saya rekomendasikan untuk memilih sepatu tracking untuk naik gunung atau sepatu gunung karena sepatu gunung memiliki kriteria seperti yang telah disebutkan diatas. Selain itu sepatu gunung juga cocok untuk sobat yang suka berpetualang dan berwisata serta pas dan nyaman digunakan dalam berbagai kegiatan. Harganya memang lumayan tapi keamanan dan kenyamanan sama kekuatannya jangan diragukan meski sedikit nguras dompet tapi dijamin tidak akan membuat kaki kita lecet.

Sumber: http://infopaguci.blogspot.com/2017/03/cara-memilih-sepatu-untuk-mendaki-gunung.html

Tuesday, November 13, 2012

Kunci Sukses Perencanaan Perjalanan

Banyak kegiatan petualangan alam yang bisa kita lakukan di alam bebas seperti mendaki gunung, kemping dan hiking. Kegiatan-kegiatan tersebut memang mengasikan bagi sebagian orang, terutama bagi sobat para pecinta alam dan para penggiat alam bebas lainnya. Namun tidak selamanya kegiatan tersebut mengasikan faktanya banyak pula pendaki gunung yang dalam pendakiannya malah mendapatkan musibah. Alih-alih ingin mendapatkan sesutu yang menarik, menikmati keindahan alam dan bersenang-senang eh malah terkena musibah seperti kecelakaan, tersesat, kehabisan perbekalan bahkan yang paling parah meninggal, ada pula beberapa pendaki gunung yang hilang dan tidak bisa ditemukan hingga saat ini. Uuuiiikkkhhh ngeri memang bila terjadi hal tersebut, dan pastinya semuanya merupakan hal yang paling tidak diinginkan oleh para pendaki gunung. Namun sobat adventure tidak perlu takut karena postingan saya kali ini yaitu tentang mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan dengan mempelajari dan memahami manjemen perjalanan. Hanya ingin berbagi sedikit pengalaman saja, dan ini merupakan pengetahuan yang saya dapat pada saat mengikuti DIKLATSAR pecinta alam beberapa tahun yang lalu.

Sering kali terjadi kecelakaan dalam kegiatan di alam bebas yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh penggiat alam tersebut. namun sesungguhnya hal ini dapat dihindari dengan  membekali diri dengan keterampilan dan pengetahuan  sehingga para penggiat alam bebas mempunyai kemampuan yang memadai. Salah satunya dengan manajemen perjalanan.

Perencanaanperjalanan. kunci sukses perencanaan perjalanan yaitu melalui perencanaan tersebut sedini mungkin. Hal-hal yang perlu diketahui dalam perencanaan perjalanan yaitu:

Petualangan alam bebas secara garis besar di bagi menjadi 3 fase, :
  1. Pra kegiatan
  2. Pelaksanaan kegiatan
  3. Paska kegiatan
  • Pra kegiatan
  • Perencanaan perjalanan maksud tujuan dan target perjalanan ini adalah awal dari rangkaian kegiatan yaitu menentukan maksud perjalanan dan tujuan lokasinya serta target yang akan di capai.
  • Perjalanan waktu dan tempat
  • Pengumpalan data lokasi kegiatan seperti : letak geografis, medan, budaya lokal, keamanan, cuaca, iklim dll.
  • Perencanaan logistic, perlengkapan dan perbekalan.
  • Pelaksanaan kegiatan
  • Pembagian tugas dan kerjasama tim
  • Manajemen perlengkapan dan perbekalan
  • System komando, komunikasi dan  rescue
  • Dokumentasi kegiatan
  • Pasca kegiatan
  • Laporan kegiatan, evaluasi kegiatan
        
Setelah melakukan hal-hal tersebut maka kita kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari. Segala sesuatu yang dipersiapkan dengan baik akan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari. Segala sesuatu yang dipersiapkan dengan baik akan berdampak baik pula terhadap kegitan yang akan kita lakukan. Dan itulah gambaran singkat tentang manejemen perjalanan, semoga bermanfaat. Salam lestari!

Sumber: http://infopaguci.blogspot.com/2017/04/tips-sukses-perencanaan-pendakian.html

Ingin Pendakian Aman Dan Selamat Fahamilah Mountenering

Postingan kali ini merupakan postingan yang sudah sejak lama ingin saya tulis namun buku saku catatan saya pada saat menjadi peserta DIKLTSAR pecinta alam baru ketemu, jadi baru saya tulis.

Aktivitas mendaki gunung sekarang ini nampaknya bukan lagi merupakan suatu kegiatan yang langka, artinya tidak lagi hanya dilakukan oleh orang tertentu (yang menamakan diri sebagai kelompok Pencinta Alam, Penjelajah Alam dan semacamnya). Melainkan telah dilakukan oleh orang-orang dari kalangan umum. Namun demikian bukanlah berarti kita bisa menganggap bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas mendaki gunung, menjadi bidang ketrampilan yang mudah dan tidak memiliki dasar pengetahuan teoritis. Didalam pendakian suatu gunung banyak hal-hal yang harus kita ketahui (sebagai seorang pencinta alam) yang berupa : aturan-aturan pendakian, perlengkapan pendakian, persiapan, cara-cara yang baik, untuk mendaki gunung dan lain-lain. Segalanya inilah yang tercakup dalam bidang Mountaineering. Mendaki gunung dalam pengertian Mountaineering terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu :

  1. Berjalan (Hill Walking) Secara khusus kegiatan ini disebut mendaki gunung. Hill Walking adalah kegiatan yang paling banyak dilakukan di Indonesia. Kebanyakan gunung di Indonesia memang hanya memungkinkan berkembangnya tahap ini. Disini aspek yang lebih menonjol adalah daya tarik dari alam yang dijelajahi (nature interested)
  2. Memanjat (Rock Climbing)  Walaupun kegiatan ini terpaksa harus memisahkan diri dari Mountaineering, namun ia tetap merupakan cabang darinya. Perkembangan yang pesat telah melahirkan banyak metode-metode pemanjatan tebing yang ternyata perlu untuk diperdalam secara khusus. Namun prinsipnya dengan tiga titik dan berat dan kaki yang berhenti, tangan hanya memberi pertolongan.
  3. Mendaki gunung es (Ice & Snow Climbing)  Kedua jenis kegiatan ini dapat dipisahkan satu sama lain. Ice Climbing adalah cara-cara pendakian tebing/gunung es, sedangkan Snow Climbing adalah teknik-teknik pendakian tebing gunung salju.Dalam ketiga macam kegiatan di atas tentu didalamnya telah mencakup : Mountcamping, Mount Resque, Navigasi medan dan peta, PPPK pegunungan, teknik-teknik Rock Climbing dan lain-lain.

Langkah-Langkah Dan Prosedur Pendakian 

Umumnya langkah-langkah yang biasa dilakukan oleh kelompok-kelompok pencinta alam dalam suatu kegiatan pendakian gunung meliputi tiga langkah, yaitu :

 

1.Persiapan Yang dimaksud persiapan pendakian gunung adalah :
  • Menentukan pengurus panitia pendakian, yang akan bekerja mengurus : Perijinan pendakian, perhitungan anggaran biaya, penentuan jadwal pendakian, persiapan perlengkapan/transportasi dan segala macam urusan lainnya yang berkaitan dengan pendakian.
  • Persiapan fisik dan mental anggota pendaki, ini biasanya dilakukan dengan berolahraga secara rutin untuk mengoptimalkan kondisi fisik serta memaksimalkan ketahanan napas. Persiapan mental dapat dilakukan dengan mencari/mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga timbul dalam pendakian beserta cara-cara pencegahan/pemecahannya.
2. Pelaksanaan Bila ingin mendaki gunung yang belum pernah didaki sebelumnya disarankan membawa guide/penunjuk jalan atau paling tidak seseorang yang telah pernah mendaki gunung tersebut, atau bisa juga dilakukan dengan pengetahuan membaca jalur pendakian. Untuk memudahkan koordinasi, semua peserta pendakian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
  • Kelompok pelopor
  • Kelompok inti
  • Kelompok penyapu 
Masing-masing kelompok, ditunjuk penanggungjawabannya oleh komandan lapangan (penanggung jawab koordinasi).Daftarkan kelompok anda pada buku pendakian yang tersedia di setiap base camp pendakian, biasanya menghubungi anggota SAR atau juru kunci gunung tersebut.Didalam perjalanan posisi kelompok diusahakan tetap yaitu : Pelopor di depan (disertai guide), kelompok inti di tengah, dan team penyapu di belakang. Jangan sesekali merasa segan untuk menegur peserta yang melanggar peraturan ini.Demikian juga saat penurunan, posisi semula diusahakan tetap. Setelah tiba di puncak dan di basecamp jangan lupa mengecek jumlah peserta, siapa tahu ada yang tertinggal.

3. Evaluasi
Biasakanlah melakukan evaluasi dari setiap kegiatan yang anda lakukan, karena dengan evaluasi kita akan tahu kekurangan dan kelemahan yang kita lakukan. Ini menuju perbaikan dan kebaikan (vivat et floreat).

Persiapan Mendaki Gunung 

  1. Pengenalan Medan  

    Untuk menguasai medan dan memperhitungkan bahaya objek seorang pendaki harus menguasai menguasai pengetahuan medan, yaitu membaca peta, menggunakan kompas serta altimeter.Mengetahui perubahan cuaca atau iklim. Cara lain untuk mengetahui medan yang akan dihadapi adalah dengan bertanya dengan orang-orang yang pernah mendaki gunung tersebut. Tetapi cara yang terbaik adalah mengikut sertakan orang yang pernah mendaki gunung tersebut bersama kita. 

  2. Persiapan Fisik  

    Persiapan fisik bagi pendaki gunung terutama mencakup tenaga aerobic dan kelenturan otot. Kesegaran jasmani akan mempengaruhi transport oksigen melelui peredaran darah ke otot-otot badan, dan ini penting karena semakin tinggi suatu daerah semakin rendah kadar oksigennya. 

  3. Persiapan Tim  

    Menentukan anggota tim dan membagi tugas serta mengelompokannya dan merencanakan semua yang berkaitan dengan pendakian. 

  4. Perbekalan dan Peralatan

 

Bahaya Di Gunung 

Dalam olahraga mendaki gunung ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya suatu pendakian. 

 

Faktor Internal

Yaitu faktor yang datang dari si pendaki sendiri. Apabila faktor ini tidak dipersiapkan dengan baik akan mendatangkan bahaya subjek yaitu karena persiapan yang kurang baik, baik persiapan fisik, perlengkapan, pengetahuan, ketrampilan dan mental. 

 

Faktor Eksternal 
Yaitu faktor yang datang dari luar si pendaki. Bahaya ini datang dari objek pendakiannya (gunung), sehingga secara teknik disebut bahaya objek. Bahaya ini dapat berupa badai, hujan, udara dingin, longsoran hutan lebat dan lain-lain.Kecelakaan yang terjadi di gunung-gunung Indonesia umumnya disebabkan faktor intern. Rasa ke ingintahuan dan rasa suka yang berlebihan dan dorongan hati untuk pegang peranan, penyakit, ingin dihormati oleh semua orang serta keterbatasan-keterbatasan pada diri kita sendiri.

Itulah sedikit tentang mounteneering dan mendaki gunung, eits tapi pengetahuan tentang mounteneering saja tidak cukup baca juga tentang Kunci Sukses Perencanaan Perjalanan nya juga.


Sumber: http://infopaguci.blogspot.com/2018/03/pelajari-mounteneering-agar-pendakian.html

Friday, October 26, 2012

Cara Memilih Tas Untuk Mendaki Gunung



sobatadventure.com - Dalam melakukan kegiatan alam bebas, baik hiking, pendakian gunung, jelajah rimba, atau yang lainnya, tas Backpacker atau ransel sangat di perlukan untuk membawa barang perlengkapan dan perbekalan selama perjalanan. Jadinya tas harus nyaman ketika kita membawanya dan aman serta berfitur lengkap guna memudahkan kita mengarungi alam.

Yang terpenting adalah, bisa memuat semua barang kebutuhan kita selama melakukan kegaiatan. Tas backpacker memang sudah dibuat sedemikian rupa agar fleksibel dan khusus untuk perjalanan di alam bebas.

Nah berikut ini merupakan beberapa cara dalam memilih tas untuk naik gunung:


Kapasitas Backpacker

Pilihlah tas sesuai keperluan, karena perjalanan pendakian misalnya tak hanya bisa di lakukan dalam satu jam atau satu hari. Membutuhkan waktu yang lama. Jadi tas harus sesuai dengan tahap di jalan dan mampu mengatasi semua perbekalan kita. Untuk perjalanan singkat satu hari ke hutan atau gunung, ransel berukuran 30 - 40 liter cukup memadai sebagai tempat untuk membawa perlengkapan sobat yang terbatas seperti kamera, tabir surya, makanan dan perlengkapan lainnya.

Untuk pendakian alpin atau perjalanan yang mengharuskan sobat menginap satu malam, ukuran 50 - 55 liter akan lebih baik, karena anda harus membawa perlengkapan yang lebih banyak.


Sedang untuk perjalanan panjang yang memakan waktu berhari - hari ukuran 65 - 70 liter merupakan ukuran yang cocok agar perlengkapan yang akan anda bawa seperti tenda, alat masak, makanan, dan pakaian dapat masuk ke dalamnya.


Kenyamanan merupakan urutan terpenting dibanding kekuatan, kualitas, dan harga. Pilih bahan yang tahan air, kalau perlu lengkapi dengan penutup ransel. Jangan lupa membungkus perlengkapan / pakaian dengan bahan yang tidak tembus air. Perhatikan pula detil - detil di bawah ini ketika sobat adventure memilih dan mencari ransel yang nyaman dan cocok dengan selera serta kebutuhan sobat.  


Tali Pinggang.

Tali pinggang merupakan komponen penting yang akan menentukan tingkat kenyamanan sobat saat menggendong ransel, karena sebagian besar berat ransel tersebut akan ditopang oleh tali pinggang yang jatuh tepat pada posisi tonjolan tulang pinggang. Pilih ransel yang mempunyai tali pinggang dengan bantalan empuk dan tidak gampang turun dari pinggang, karena pingganglah yang akan menahan beban lebih banyak dibanding bahu.
 
Tali samping sebagai penyeimbang.
Tali penyeimbang samping berfungsi untuk mengatur tegangan antara tali pinggang dan punggung ransel saat sobat menggendongnya. Fungsi lain adalah untuk mengatur ke stabilannya saat sobat berjalan. 

Tali Bahu

Bantalan bahu harus empuk dan terdapat webbing pengatur yang dihubungkan dengan bagian atas ransel. Bantalan bahu tersebut juga idealnya berbentuk kurva melengkung agar kenyamanan dan posisi jatuh di bahu juga enak, terutama untuk wanita. Bahan bantalan bahu juga harus lembut di kulit maupun pakaian sobat.

 

Tali pengatur atas
Kecenderungan alami sebuah ransel yang berisi adalah akan menggelantung ke belakang, sehingga sobat akan selalu melawan kecenderungan itu dengan membungkukkan badan anda ke depan. Untuk membuat nyaman sebuah ransel, maka harus mempunyai ikatan pengatur tambahan di antara badan ransel dan puncak bantalan bahu yang berfungsi untuk mendekatkan ransel itu dengan punggung pembawa sehingga ransel akan tetap tegak di punggung pembawa. Penggunaan pengatur atas ini juga bermanfaat untuk membantu menyebarkan titik beban antara puncak bahu dan tulang leher. 

Tali dada

Tali dada selain berfungsi untuk menahan bantalan bahu agar tetap di tempatnya, dan juga membantu sebagai penyeimbang ransel. Jadi tali dada bukan bra lho sobat...

Pengatur panjang punggung

Pada umumnya hampir semua ransel dapat diatur panjang punggung ransel sesuai dengan panjang punggung pemakai, dengan cara menaikturunkan pengatur yang terbuat dari alumunium, plastik atau webbing. 

Bantalan punggung

Bantalan pungung adalah titik utama sentuhan antara ransel dan punggung sobat , oleh karenanya harus nyaman dan mudah untuk diatur. Pilih yang mempunyai mempunyai bantalan di lumbar dan scapula. Bantalan punggung ini juga harus mempunyai rongga udara di bagian punggung. Bahan bantalan punggung ini juga harus cepat kering dan memberi ruang untuk sirkulasi udara. 

Ruang utama

Ruang utama ini merupakan tempat sobat menaruh tenda, pakaian, dan bahan makanan sobat. Aturlah agar benda terberat yang anda bawa dekat dengan punggung. Beberapa ransel menggunakan bahan anti air.

Ruang dasar

Ketika ransel sobat dibagi menjadi dua ruang, pemisah ruang tersebut bisa saja tetap atau dapat di buka. Namun yang jelas masing - masing akan mempunyai pintu tersendiri. Ruang bawah itu biasanya untuk menempatkan barang yang ringan tetapi mempunyai volume yang besar misalnya kantong tidur.

Kantung samping 

Tidak setiap ransel dilengkapi dengan kantong samping. Ada pula yang kantong sampingnya merupakan tambahan dan dapat dibongkar pasang. Untuk kegiatan panjat tebing atau naik gunung yang berlereng terjal, ransel tanpa kantong samping merupakan pilihan yang terbaik. Namun saat sobat adventure pergi trekking di gunung atau hutan dan membutuhkan tempat untuk pernak - pernik anda seperti botol air minum, atau botol bahan bakar, kantong samping akan sangat bermanfaat.

Ruang tambahan atau Lid 

Sebagian besar ransel juga dilengkapi dengan penutup ruang utama yang dapat berfungsi pula sebagai penambah ruang isi ransel, di mana di bagian atasnya dilengkapi pula dengan tali pengikat yang dihubungkan dengan gesper di bagian belakang ransel.

Kantong atas 

Kantong atas merupakan tempat terbaik untuk menyimpan beberapa perlengkapan yang paling sering digunakan, seperti kaos tangan, makanan kecil, topi dan lain - lain. Rangka dalam Tidak seperti rangka luar, rangka dalam sebuah ransel mempunyai fungsi yang lebih baik karena lebih ramping dan makin mendekatkan ransel tersebut dengan punggung pemakai sehingga memperbaiki kestabilan dan kenyamanan. Pada umumnya rangka dalam ini dibuat dengan alumunium ataupun lembaran plastik yang ringan.

Fungsi tambahan lain 

Dengan punggungan yang dapat diatur, tak hanya sobat yang dapat menggunakan ransel tersebut, tetapi juga anggota keluarga atau teman - teman sobat adventure. Di samping itu, sobat tetap dapat memendekkan punggungan itu tanpa merubah kapasitas ransel. Hanya saja pada punggungan yang bisa di setel biasanya mempunyai berat yang lebih dibanding ransel - ransel yang mempunyai punggungan yang tetap.

Pengikat tambahan yang menempel di luar ransel, dapat berfungsi untuk berbagai keperluan, seperti untuk menaruh matras atau perlengkapan lainnya yang dibutuhkan.


Ransel Khusus Perempuan. 

Perempuan mempunyai punggung yang lebih pendek dibanding laki-laki. Pinggul perempuan juga mempunyai bentuk yang berbeda dengan laki - laki. Tak hanya itu, di bagian dada pun mempunyai bentuk yang berbeda sehingga membutuhkan rancangan dan konstruksi yang berbeda.

Ransel khusus untuk perempuan pada punggung bagian bawah biasanya mempunyai kecenderungan untuk menjauh di bagian pinggul untuk menghindari kontak, sehingga konstruksi tali pinggul harus betul - betul nyaman. Sedang pada bantalan bahu titik awalnya lebih dekat dibanding ransel laki - laki dan bentuknya juga lebih melengkung disesuaikan dengan bentuk umum dada seorang perempuan.


Baca juga, Cara Memilih Sepatu Gunung

Sumber, http://www.belantaraindonesia.org

Friday, October 5, 2012

Cara Melakukan Pendakian Gunung Gede Pangrango

sobat adventure - Pada tanggal 1 April 2002 pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango membatasi jumlah pengunjuung setiap harinya dengan menerapkan sistem booking 3-30 hari sebelum pendakian harus booking terlebih dahulu. Jumlah pendaki dibatasi hanya 600 pendaki setiap harinya, dengan 300 pendaki dari Taman Cibodas, 200 penadaki dari Gunung Putri. Dan 100 pendaki dari Selabintana. Berikut ini adalah cara dan peraturan pendakian Gunung Gede Pangrango:

Peraturan Pendakaian:
  1. Melapor kepada petugas dipintu masuk dan di pintu keluar. Petugas akan memeriksa perlengkapan baarang bawaan sobat dan simaksi sebelum dan sesedah pendakian.
  2. Dilarang membawa hewan dan tanaman dari luar ke dalam kawasan TNGGP
  3. Dilarang member makan kepada satwa.
  4. Tidak diijinkan membuat api didalam kawasan kecuali pada lokasi yang sudah di izinkan.
  5. Dilarang merusak, mencorat coret sarana dan prasarana didalam kawasan.
  6. Dilarang memetik, memindahkan dan mengambil tumbuhan dari dalam kawasan TNGGP
  7. Jangan berjalan diluar jalur trek yang sudah ditetapkan.
  8. Jangan membuang dan meninggalkan sampah di dalam kawasan. Bawa kembalai sampah ketika sobat hendak turun gunung.
  9. Dilarang membawa sabun, shampo, pasta gigi dan semua bahan yang mengandung deterjen.
  10. Dilarang membawa radio, alat musik, narkoba dan minuman beralkohol.

Persyaratan Pendakian
1.  Setiap pendaki harus menunjukan SIMAKSI, dan simaksi dapat diperoleh dikantor Balai Besar TNGGP di Cibodas. Pengajuan SIMAKSI pendakian mengunakan system booking dengan batas waktu minimum pengajuan adalah tiga haru dan maksimal satu bulan.
2.      Membayar tiket dan asuransi
  • Wisatawan domestik Rp. 2.500/ hari/orang
  • Asuransi Rp. 2.000/orang
  • Wisatawan asing Rp. 20.000/hari/orang
  • Asuransi Rp. 2.000/orang
  • Menyerahkan fotocopy identitas seperi SIM, Kartu Pelajar, KTP.
  • Jika sobat berumur 17 tahun, sobat diwajibkan meyerahakan suran izin dari orang tua yang ditandatangani diatas meterai Rp.6000 den melampirkan fotocopy identitas orang tua.

Nambah ni sob! 
Di Gunung Gede-Pangrango, kegiatan pendakina ditutup pada 1 Januari sd 31 Maret dan pada bulan Agustus, jadi jangan melakukan pendakian  dibulan-bulan tersebut. selain itu pendaftaran booking pendakian hanya akan dilayani di Wisma Cinta Alam Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BTNGGP) pada hari kerja yaitu (Senin-Jumat) dan pada jam kerja. Pendaftaran booking pendakian tidak bisa dilayani jika dilakukan di Gunung Putri dan Selabintana karena Kedua tempat tersebut hanya digunakan sebagai Pos Kontrol. Kalau masalah menejemen perjalan tentunya sobat sudah pada jago jadi tidak perlu saya jelaskan lagi.

Sample Itineraries 
Pendakian satu hari ke sumber air panas
  • Enam jam pendakian pulang pergi, Cibodas-Telaga Biru-Air terjun Cibeureum-Air panas
  • Sebelas jam pendakin pulang pergi, sama dengan perjalanan ke sumber air panas, kemudian Kandang Badak sampai ke puncak gunung Gede dan kembali ke Cibodas

Dua hari satu malam pendakian ke Gunung Gede dan kembali ke Cibodas.
  • Hari pertama lima jam yaitu dari Cibodas-Telaga Biru-Air terjun Cibeureum-Air panas-Kandang badak.
  • Hari kedua delapan jam, sampai di puncak Gunung Gede dan kembali ke Cibodas.

Dua  hari satu malam pendakian ke puncak Gunung Gede (Ciboidas-Puncak Gunung Gede-Gunung Putri).
  • ·    Hari pertama, Cibodas-Telaga Biru-Air terjun Cibeureum-Air panas-Kandang badak-puncak Gunung Gede-Alun-Alin Surya Kencana. Hari kedua, istirahat di Alun-Alun Surya Kencana dan turun ke Gunung Putri. Walaupun jalan sediki curam tetapi butuh waktu lebih pendek ketika menurun.