Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Friday, February 21, 2014

Kenapa Orang Malas Berjalan Kaki?

sobat adventure - Berjalan kaki merupkan aktivitas utama yang paling sering dilakukan manusia. Namun dewasa ini, perkembangan jaman dan pesatnya kemajuan teknologi yang super cangih membeuat aktivitas berjalan kaki merupakan sebuah aktivitas yang sangat sukar untuk dilakukan bahkan untuk menuju suatu tempat terdekat sekalipun.

Banyak faktor yang menyebabkan kenapa orang malas untuk berjalan kaki. Faktor Alam Dan Keadaan Sekitar seperti  cuaca panas, terik matahari dan hujan deras menjadi salah satu penyebab kenapa orang malas untuk berjalan kaki.

Kondisi Fisik Dan Kesehatan juga mempengaruhi orang malas berjalan kaki. Kekuatan fisik yang kurang, cidera, serta penyakit yang diderita juga menyebakan malas untuk berjalan kaki. Selain Semakin banyaknya orang yang memiliki kendaraan seperti mobil dan sepeda motor juga memempengaruhi kenapa orang malas untuk berjalan kaki. Dengan semakin banyak kendaraan tersebut membuat orang semakin malas dan membuat jalanan semakin macet serta mengakibatkan pemanasan global.

Kenapa malas berjalan kaki? Kenapa harus malu berjalan kaki? Padahal banyak sekali manfaat hebat yang bisa kita dapatkan dari berjala kaki. Selain menyehatkan, melakukan aktivitas jalan kaki sambil menghirup udara segar juga dapat membut ingatan kuat hingga usia tua. Selain itu berjalan kaki juga dapat mengurangi terkena penyakit dan mencegah penyusutan otak.

Seandainya mereka yang memang malas berjalan kaki tahu dan memahami dampak positif serta manfaat dari berjalan kaki. Maka mereka akan lebih memilih berjalan kaki untuk jarak yang tidak terlalu jauh. Pilihlah waktu yang tepat, kapan dan dimana tempat yang nyaman untuk berjalan kaki yang menyehatkan? Pagi hari adalah waktu yang sangat bagus untuk berjalan kaki. Sobat bisa berjalan kaki pergi dan mengantar anak ke sekolah, ke tempat kerja, ke pasar, dan ke tempat lain yang jaraknya dekat sehinga bisa di tempuh dengan berjalan kaki.

Nah sekarang sudah tahu kenapa kebanyakan orang malas berjalan kaki. saya juga telah menjelaskan beberapa manfaat dari berjalan kaki. Untuk itu tunggu apa lagi mari kita semangat dan budayakan berjalan kaki. Sehat, hemat dan yang jelas sobat juga telah mengurangi polusi bumi kita teracinta ini. Salam sehat dan salam Sahabat Bumi.

Friday, January 31, 2014

Tradsi Unik Kampung Cimencek Dalam Memperingati Maulid Nabi

Garut, sobat adventure - Dalam kalender islam, setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai hari Maulid Nabi atau hari lahirnya Nabi Muhamad SAW. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam seperti di Indonesia. Di Jawa Barat Maulid Nabi dikenal dengan istilah MULUDAN. Masyarakat Indonesia biasa meperingati hari Maulid Nabi atau Muludan ini dengan berbagai macam kegiatan unik dan tradisi yang berbeda disetiap daerahnya. Seperti tradisi unik yang dilakuan warga Kampung Cimencek dalam memperingati peringatan Maulid Nabi.

Photo oleh Nurhayati Uwna
Warga Kampung Cimencek, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaresmi Garut mempunyai Tradisi unik dalam mempringati dan merayakan Maulid Nabi. Muludan di kampung ini sangat berbeda dengan kampung-kampung lainnya. Di kampung tersebut Muludan diperingati dengan berbagai macam kegiatan islami seperti, Tabligh Akbar, Tahfid Qur'an oleh para santri, Tari Kreasi Islami, Marawis dan kegiatan islami lainnya. Namun tidak hanya kegitan islami saja, warga Kampung Cimencek memiliki tradisi dan kebiasaan unik yaitu saling mengirim dan bertukar makanan dalam setiap acara Muludan.

Selain itu warga Kampung Cimencek juga selalu mengadakan berbagai macam perlombaan dalam mempreringati Muludan ini. Layaknya 17 Agustusan di kampung ini selalu diadakan perlombaan-perlomban seperti lomba makan kerupuk, balap karung, balap kelereng, panjat pinang dan masih banyak perlombaan yang lainnya. Uniknya kegiatan tersebut selalu diadakan setiap tahun untuk memperingati Muludan, dan selalu lebih meriah dibandingkan dengan peringatan HUT RI atau 17 Agustusan. Selain itu, seperti hendak merayakan hari Idul Fitri warga Kampung Cimencek juga selalu membeli pakain baru, masak masakan yang enak-enak layaknya mau Berlebaran dalam memperingati Muludan.

Wednesday, November 21, 2012

Memahami Budaya Instan Dengan Menghargai Proses

sobat adventure - Postingan kali ini bukan tentang petualangan dan bukan yang berkaitan dengan petualangan, namun saya kira saya perlu untuk menuliskannya dan membagikannya kepada sobat adventure tentang  apa yang telah saya ketahui saat ini. Saya  kira menuangkan sedikit tentang pemikiran saya tidak ada salahnya apabila kita bahas dalam postingan kali ini. Ya postingan saya kali ini yaitu pembahasan tentang memahami budaya instan dengan menghargai proses.
Tidak semuanya yang instan itu tidak baik dan yang baik itu tidak harus instan

Instan, semua orang pastinya pernah mendengar dan mengenal bahkan sering menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Berbicara tentang instan pikiran kita akan langsung tertuju kepada segala sesuatu yang cepat selesai. Tidak harus menunggu lama, cepat, mudah dan tidak ribet kurang lebih begitulah pengertian dari kata instan. Karena hal itulah segala sesutu yang sifatnya instan banyak disukai bahkan telah menjadi kebiasaan yang sepertinya telah membudaya dalam kehidupan masyarakat dunia khususnya masyarakat Indonesia. 

Budaya instan merupakan budaya dimana orang-orang yang hidup di dalamnya mengutamakan kecepatan, lebih suka melihat hasil dan cenderung kurang menghargai proses atau bahkan tidak ingin menjalani proses itu sendiri. Dengan membudayanya budaya instan membuat orang  malas , tidak mau berusaha dan tidak mau untuk bekerja keras dalam mencapai tujuan atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Orang yang demikian menganggap bahwa kebahagiaan, kekayaan, kesuksessan dan prestasi dapat diraih dengan cara cepat dan mudah.

Mengambil jalan pintas demi meraih sesuatu dengan cara instan memicu perubahan sosial yang menuntut orang bergerak kepada budaya instan. Mencari cara tercepat  menjadi pilihan terakhir ketika kita mendapatkan berbagai kendala yang sebenarnya kendala tersebut bisa kita hadapi dan selesaikan dengan menjalani dan melewatinya. Putus asa merupakan salah satu faktor yang membuat orang menyerah dan memilih jalan pintas dengan segala sesuatu yang instan.

Perkembangan teknologi juga telah mendukung dalam perkembangan dan menjamurnya budaya instan di masyarakat. Di era globalisasi ini memungkinkan timbulnya gaya hidup yang global pula.  Maka banyak orang  yang berlomba-lomba  untuk menciptakan teknologi untuk mempermudah hidupnya. Budaya instan juga telah sukses membawa efek buruk dalam kehidupan kita seperti:
  1. Mambuat seseorang menjadi pemalas
  2. Membuat standar toleransi seseorang rendah
  3. Membuat orang menjadi lebih mudah menyerah dan putus asa
  4. Membuat orang tidak menghargai, tidak mau  menjalani dan melalui proses
Yang paling buruk dari semuanya itu yaitu efek lanjut dari rasa malas kita adalah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang kita inginkan dengan sesutu yang instan.

Dalam hal ini kita perlu melakukan latihan-latihan supaya tidak terseret arus budaya instan itu sendiri. Bentuk dan jenis latihannya bisa bermacam-macam seperti:
  • Menunggu yang merupakan sesatu yang baik. Dalam menunggu kita dilatih kesabaran dan dengan kesabaran membuat kita lebih teliti sehingga kita tidak cepat mengambil keputusan.
  • Berlapang dada dengan hasil akhir yang didapat dengan terus berusaha sehingga mendapatkan apa yang kita inginkan.
Bersemangatlah dalam menjalani proses, melakukan sesuatu secara perlahan, dan yang terpenting adalah kita harus sadar bahwa dalam mencapai dan mendapatkan sesuatu dengan hasil yang memuaskan itu tidak mudah semudah membalikan telapak tangan. Segala sesutu itu membutuhkan waktu untuk berproses. Kalau kita hanya mau yang instan saja maka hasilnya pun akan instan alias tidak bertahan lama. Buah yang matang di pohon itu lebih manis rasanya dibandingkan dengan buah yang matang karbitan meski rasanya sama manis tapi manis yang dipaksakan.

Buat apa cara yang susah kalau ada yang lebih mudah?
Kalau ada jalan yang lebih cepat buat apa pilih jalan panjang yang lebih lama?

Saya juga dibuat bingung dengan kalimat pertanyaan di atas, Coba pikir saja sendiri makna dari kalimat tersebut?
Segala sesutu itu butuh proses, berusaha itu wajib dan yang tidak wajib itu adalah hasilnya. Saya hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa tidak semuanya yang instan itu tidak baik dan yang baik itu tidak harus instan dengan menjadi pribadi yang menghargai proses.

Sunday, November 18, 2012

Pawai Karnaval Meriahkan Tahun Baru Islam di Kampung Astanagirang

Pawai Karnaval Meriahkan Tahun Baru Islam di Kampung Astanagirang

sobat advenrure - Pawai karnaval dalam menyambut tahun baru Islam yang diselenggarakan banyak daerah di Indonesia tentunya merupakan hal yang sudah biasa. Namun ada yang berbeda dengan peryaan tahun baru Islam tahun ini di Kampung Astanagirang. Jika tahun-tahun kemarin hanya diisi dengan acra tabligh akbar saja kali ini diisi dengan berbagai acara yang cukup meriah salah satunya yaitu dengan pawai karnaval. Ratusan warga Kampung Astanagirang Garut meryakan tahun baru Islam 1434 Hijriah dengan menggelar pawai karnaval pada hari Kamis 15 November 2012. Pawai karnaval yang terdiri dari anak-anak yang merupakan santri-santri yang terrdiri dari beberapa Majelis Ta'lim dan ibu-ibu tersebut digelar di sepenjang jalan Pembangunan dari mulai Kampung Astanagirang hingga ke Kampung Sukapadang. Pada pawai tersebut juga terlihat peserta karnaval memakai berbagai kostum yang cukup menarik.
Karnaval Kampung Astanagirang

Meski acara yang diselenggarakan oleh para remaja dan pemuda yang tergabung dalam Remaja Dan Pemuda Islam Kampung Al-Masadah atau yang lebih dikenal dengan GRADAIS ini tidak begitu besar, namun acara yang baru pertama kali di gelar di Kampung Astanagirang ini memeberi kesan tersendiri bagi masyarakat Kampung Astanagirang khusunya bagi anak-anak. Anak-anak begitu antusias mengikuti acara ini. Merka terlihat sangat gembira dan semangat sambil sesekali menriakan kata "Tahun Baru Isalam, Allahuakbar". tidak sedikit pula anak-anak yang bernyanyi menyanyikan yel yel grup nya masing-masing.
Minature Mesjid yang terbuat dari nasi tumpeng

Minatur Perahu yang terbuat dari Borondong

Yang unik dari acara ini selain pawai karnaval yaitu setiap peserta perwakilan dari tiap-tiap RT di wajibkan membuat sesuatu yang unik. Dan terlihat ada beberpa yang membuat nasi tumpeng dengan bentuk yang berbeda-beda, salah satunya yaitu dengan membuat tumpeng dengan bentuk miniatur Mesjid. Selain itu juga ada juga yang membuat miniatur perahu dari Borondong. semua kreaasi itu nantinya di lombakan termasuk dengan kreasi seni yang harus ditampilkan diatas panggung untuk dinilai langsung oleh ibu-ibu PKK dari Kelurahan Sukajaya.

Pawai Krnaval ini merupakan salah satu acara dari beberapa acara yang telah diselenggarakan sebelumnya yaitu Muhasabah di Mesjid Al-Masadah. Acara yang bertemakan 'Semua Untuk Satu' ini mempunyai tujuan meningkatkan tali silaturahmi dan kebersamaan antar masyrakat Kampung Astanagirang. Selain itu acara ini di gelar supaya tahun baru Hijriah tidak kalah dangan tahun baru Masehi, dan juga untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa kita mempunyai tahun baru sendiri yaitu tahun baru Islam yang harus selalu di ingat.



Saturday, November 17, 2012

Rayakan Tahun Baru Islam Bersama Bupati Garut


Bupati Garut  Aceng Fikri sebelah kiri, sumbang pembangunan mesjid dan diberi cindera mata berupa miniatur Mesjid yang terbuat dari Borondong oleh masyarakat Kampung Astanagirang
Sobat adventure - GRADAIS, Gerakan Remaja Dan Pemuda Islam Al-Masadah Kampung Astanagirang Garut pada Rabu malam 14 November mengadakan acara kegitan Muhasabah untuk memperingati dan menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1434 Hijriah. Acara Muhasabah yang diselenggarakan merupakan salah satu rangkaian kegiatan GRADAIS yang dilakukan bersama masyarakat Kampung Astanagirang.
Acara yang bertemakan ‘Semua Untuk Satu’ ini di selenggarakan di Mesjid Al-Masadah tepatnya di Rt 04 Rw 02 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Garut. Acara tersebut dimulai dan dibuka secara resmi oleh salah panitia perwakilan anggota senior dari GRADAIS pada pukul 20.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh para bustami yang merupakan masyarakat Kampung Astanagirang yang terdiri dari ibu-ibu, para bapak dan anak-anak. Selain itu acara Muhasabah ini juga dihadiri oleh Bupati Garut, perwakilan dari KAPOLRES Garut, Camat Tarogong Kidul Kelurahan Sukajaya dan para tokoh masyarakat serta para pengurus DKM Mesjid Al-Masadah.
Setelah acara tausiah yang berkaitan dengan tahun baru Islam, acara dilanjutkan dengan penyuluhan dan pengarahan pemahaman tentang genk motor terhadap generasi muda dan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus tausiah dari Bupati Garut Aceng Fikri. Sebelum meninggalkan acara Muhasabah Bupati Garut  Aceng Fikri juga juga menyumbang pembangaunan mesjid yang kebetulan sedang di renovasi. Namun  untuk nominalnya beliau enggan menyebutkan dan uang dalam amplop tersebut diterima langsung oleh ketua DKM Mesjid Al-Masadah Ustad Aceng.
Setelah memberikan sedikit tausiah dan memberikan sumbangan Bupati Garut  Aceng Fiqri langsung meninggalkan acara Muhasabah. Dan sbelum beliu pergi Bupati Garut  Aceng Fiqri diberi kenang-kenangan oleh-oleh dari masyrakat Kampung Astanagirang yaitu berupa miniatur Mesjid yang terbuat dari Borondong yang merupakan kebanggan masyarakat Kampung Astaanagirang. Miniatur Mesjid tersebut sengaja dibuat untuk diberikan kepada Bupati Garut sebagai ucapan terimaksih atas partisipasi dan kesempatannya bisa hadir dalam acara yang diadakan oleh GRADAIS.
Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan penyuluhan dan pemahaman tentang bahya penyalahgunaan dan efek negatif dari narkoba oleh perwakilan dari KAPOLRES Garut lalu ditutup dengan renungan malam dan doa bersama yang dipimpin oleh Briptu. Secara keseluruhan acara berlangsung cukup meriah dan hidmat sampai kemudian berakhir dan tutup tepat pukul 23.00 Wib.




Thursday, November 15, 2012

Menyambut Tahun Baru Islam 1434 H

Foto bersama GRADAIS di Mesjid Al-Masadah Astanagirang
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk merayakan malam pergantian tahun baru, dimulai dari meniupkan terompet sampai menyalakan kembang api. Hal tersebut sudah menjadi salah satu kegiatan yang wajib dalam meyambut tahun baru. Namun bagaimanakah dengan tahun baru Islam? Bagaimanakah cara memperingati dan dengan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan untuk menyambut tahun baru islam tersebut?

Seperti yang telah kita ketahui diatas, sebenarnya bayak pula kegiatan yang dapat dilakukan dalam menyambut dan memperingati tahun baru Islam. Seperti salah satu contoh kegiatan berikut ini yang dilakukan oleh masyarakat Kampung  Astanagirang Desa Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Garut. Adalah GRADAIS, Gerakan Remaja Dan Pemuda Islam Almasadah (Almasadah, nama lain Kampung Astanagirang red) bersama-sama warga mengadakan berbagai macam kegiatan dalam rangka memepringati tahun baru Islam 1434 H dengan tema ‘Semua Untuk Satu’. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya berbagai macam lomba mulai dari lomba adzan, lomba sholawat, lomba kaligarafi, lomba tahfidz, karnaval, pawai obor, muhasabah dan tabligh akbar yang dimulai dari seminggu yang lalu yaitu dari tanggal 09-15 November dengan tabligh akabr sebagai acara puncak yang akan dilaksanakan pada akhir bulan November.

Peserta Lomba
Yang menjadi peserta lomba kegiatan ini adalah anak-anak mulai dari SD dan SMP dari beberapa Majelis Ta’lim yang ada di Kampung Astanagirang. Meski hanya dengan diisi dengan kegiatan-kegitan yang sederhana, acara yang diadakan untuk memperingati dan menyambut tahun baru Islam itu berlangsung sangat meriah. Antusiasme anak-anak begitu tinggi, ini terlihat dari begitu banyaknya peserta yang mengikuti lomba. Tercatat ada tujuh Majelis Ta’lim yang mengikuti lomba, salah satunya Majelis Ta’lim Al-Hidayah. Kegitan tersebut juga disambut baik oleh para orang tua baik para orang tua dari anak yang mengikuti lomba maupun dari orang tua lainnya.
Salah satu tujuan dari diadakannya acara ini yaitu menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara umat muslim kususnya warga masyarakat Kampung Astanagirang. Seperti yang di ungkapkan oleh salah satu panitia sekaligus anggota senior dari GRADAIS yaitu Asep Saepul Rohman mengatakan  “Yang menjadi harapan kami dengan diadakannya kegitan ini yaitu semoga tali silaturahmi dan kebersamaan antara umat muslim semakin kuat khususnya untuk masyarakat Astanagirang.”

GRADAIS
Itulah beberapa kegitan yang dilakukan oelah GRADAIS dan masyarkat Kampung Astanagirang dalam rangka memperingati dan menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1434 H. Masih banyak kegitan yang bisa dilakukan untuk menyambut dan memperingati tahun baru Islam. Jadi kegiatan apa yang telah sobat lakukan selain kegitan-kegiatan yang telah dilakukan oleh anak-anak GRADAIS?

Saturday, November 3, 2012

Malam Pagelaran Wayang Golek Dalam Acara Interaktif Melalui Pagelaran Rakyat

Malam Pagelaran Wayang Golek Dalam Acara Interaktif Melalui Pagelaran Rakyat

sobata adventure - Hari ini atau tepatnya malam ini saya sedang berjalan-jalan di sekitaran Garut kota. Ada banyak orang yang sedang berkumpul dan mengelilingi sebuah panggung di alun-alun Garut. setelah saya mencoba untuk berhenti dan mencari tahu apa yang sedang terjadi, ternya di Alun-alun Garut sedang diadakan pagelaran wayang golek. sudah tanggung masuk, dan acranya pun baru dimulai akhirnya saya duduk dan ikut memnonton pagelaran tersebut. 

Sabtu malam 03 November 2012, Kementrian Komunikasi dan Informatika Direktorat Jendral Komunikasi bekerjasakam dengan pemerintah Kabupaten Garut dalam acara interaktif melalui media pertunjukan rakyat yaitu dengan mengadakan pagelaran wayang golek. Dalang dari pagelaran wayang golek tersebut yaitu Deden K Sunarya dari Giri Harja dua dengan Lakon "Dawala Gugat". 


Acara interaktif melalui pertunjukan rakyat tersebut bertemakan "Yang Muda yang Berkreasi". acara resmi di buka tepat jam 21.00 WIB dan di hadiri oleh masyarakat Garut dari beberapa daerah. Dalam acara tesebut, lapangan alun-alun bukan hanya di penuhi oleh penonton tetapi beberapa wartawan dari media televisi lokal juga para pedagang seperti pedagang makanan, pakaian, dan pedagang asongan juga  turut hadir di malam ini.


Para petinggi dan para pejabat duduk dikursi VIV paling depan sedangkan para penonton duduk di kursi yang disediakan panitia. namun karena penton terlalu banyak ada juga yang duduk beralaskan koran dan tikar di samping tenda dan samping panggung.

Namun karena tujuan utama saya bukan untuk nonton wayang golek, akhirnya saya memutuskan untuk beranjak dari duduk saya dan meninggalkan pagelaran tersebut dan langsung menuju salah satu stasiun radio di Garut untuk bertemu dengan teman saya.