Showing posts with label Lainnya. Show all posts
Showing posts with label Lainnya. Show all posts

Wednesday, September 24, 2014

Bendera Raksasa Kembali Berkibar Di Batu Tumpang

Ratusan anak muda Garut memperingati HUT RI yang ke 69 dengan upacara pengibaran bendera raksasa. Mereka yang tergabung dalam beberapa komunitas seperti komunitas Pecinta Alam, Komunitas Musik, Komunitas Motor, para Aktivis dan LSM mengibarkan bendera raksasa di kawasan wisata Batu Tumpang Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut Jawa Barat. Bendera berukuran besar dengan panjang 26 meter dan lebar 12 meter dikibarkan oleh tiga anggota Yonif 303 Raider dan tiga pemanjat gabungan di dinding tebing Batu tumpang dengan ketinggian 150 meter.



IRC Garut (Indonesia Rock Club) sebagai salah satu panitia yang mengadakan kegiatan pengibaran bendera raksasa mengatakan kegitan tersebut merupakan agenda tahunan dalam tiga tahun terakhir.

"ini kali ketiga bendera raksasa berkibar di batu tumpang, anak-anak komunitas juga lebih banyak yang datang. Kegiatan ini merupakan agenda rutin teman-teman pecinta alam Garut dan komunitas lainnya untuk memperingati HUT RI disini". Kata Bang Jek Ketua Umum IRC Garut.

Sementara itu menurut Letnan satu Zulkarnaen, Perwira Yonif 303 Raider Cibuluh yang hadir sebagai pembina upacara mengatakan, dengan tetap mengusung semangat nasionalisme dan rasa cinta terhadap tanah air, mereka rela mengibarkan bendera merah putih raksasa di sebuah bukit batu di kawasan Wisata Batu Tumpang.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kebangsaan dengan semakin mencintai Negara dan Bangsa ini, yang kini mulai banyak terjadi penurunan nilai-nilai kecintaan terhadap Tanah air kita ini”.Harapannya

Wednesday, February 26, 2014

Definisi Cinta Versi sobatadventure.com

Bukankah cinta ada karena didasari rasa suka, rasa saling menyayangi satu dengan yang lainnya?
Tak secepat itu kau ucapkan cinta, bukankah cinta itu dari mata turun kehati, bukankah kita menyayangi karena kita telah mengenal lebih dalam dan mengerti kelemahan masing-masing, selain itu menurutku itu bukan cinta tapi nafsu. aku ada karna kau ada, ku terlahir karna kau kan tercipta, cinta itu seperti burung yang berharap untuk ditangkap namun enggan untuk disakiti, cinta datang dan pergi dengan tak berwujud, begitulah cinta C.I.N.T.A

Friday, February 21, 2014

Dengan Lagu Dicky Chandara Hibur Masyarakat Garut

Selebritiris dan komedian sekaligus mantan wakil bupati Garut Dicky Candra kembali ke Garut. Tujuan kang Dicky Candara ke Garut bukan untuk mencalonkan diri sebagai wakil bupati apalagi menclonkan sebagai bupati garut mengingat jatah kursi tersebut telah terisi oleh pasangan terpilih bupati dan wakil bupati H. Rudi Gunwan dan Dr. Helmi. Tujuan Dikiy Candqa ke Garut untuk memenuhi undangan acara hari jadi REPAGA (baca, Remaja Pecinta Alam Garut) yang ke 20 yang di selenggarakan di tempat wisata Situ Bagendit, Minggu 09 Februari 2014.

Tiba di Situ Bagendit, Dicky Candara bersama istri Teh Rani langsung disambut serbuan warga sekitar dan para pengunjung Situ Bagendit. Banyak orang yang berjabat tangan dan minta foto bersama Kang Dicki Candra. Selain Dikcy Candra juga tampak hadir disamping beliau Ery Makmur salah satu komedian lawan mainnya Sule di sinetron Awas Ada Sule yang menarik perhatian warga dan para pengunjung Situ Bagendit.

Dicky Candra dan Ery Makmur menjadi bintang tamu yang memeriahkan acara Jalan Sehat Keluarga REAPGA Cross Country 2 yang di adakan di Situ Bagendit. Ery Makmur menghibur dengan stand up comedy dengan lawakannya yang khas. Sedangkan Kang Dicky Candra menyanygkan tiga buah lagu yaitu lagu Iwan Fals Bento, Neng Geulis dan lagu terkahir bejudul Maaf Garut ciptaanya sendiri. Sebelumnya Dicky Candra memberikan beberapa kata sambutan, "Meski saya bukan lagi wakil bupati Garut, dan meski saya bukan arang Garut, namun saya mencintai semua masyarakat Garut. Garut akan selalu ada di hati saya, saya akan tetap bersama masyarakat Garut dan membawa Garut ke arah yang lebih baik bukan sebagai bupati dan wakil bupati, tetapi sebagai orang garut den sebagai Dicki Candra yang dikenal sebagai pekerja seni" lalalu disambut tepuk tangan masyarakat Garut.

Selain untuk memperingati 20 Tahun Universary REPAGA, tujuan utama diselenggarakannya acara jalan santai tersebut adalah untuk membantu kegiatan sosial. Uang yang didapat dari penjualan kupon undian akan di sumbangkan kepada penderita Thalasemia yang ada di Garut. Selain acara jalan santai juga di adakan simulasi SAR oleh Basarnas, pembersihan Eceng Gondok Situ Bagendit dan Parade Band Amal dengan tema "Musik Bicara Yang Muda Yang Bergaya Tanpa Narkoba" yang diselenggarakan pada tanggal Jumat 07 - Sabtu 08 Februari 2014. Selamat kepada para pemenang yang mendapatkan hadiah, tahun depan insyaalah saya menang dan tidak menjadi korban simulasi SAR lagi he he.

Thursday, February 20, 2014

Ketika Hatiku Berkata

Menanti saatnya pulang, gelak tawa dan keramaian itu lenyap dan hilang begtitu cepat untuk kemudian bermetamorfosis menjadi sebuah keheningan kala raga ini tiba di rumah.
Rumah yang menyimpan sejuta kenangan indah itu kini tak lagi kurasakan memberikan kenyamanan. Semua berawal dari adanya percekcokan antara ibu dan pamanku ditambah kakek yang depresi berat sepeninggalnya nenek kini pergi entah kemana. semua itu membuatku keinginanku tuk pindah rumah semakin kuat.
Dalam diam, kusandarkan diri pada dinding kamar yang tampak kusam mengantarkan kesendirianku membelah jiwa yang sepi. Malam ini terbesit dalam bernakku ketika ada aku, nenek dan ibuku . PErlahan sepi mengajak ingatanku pergi jauh, pergi ke masa lalu dimana aku ada dalam pangkuan ibu saat ibu dongengkan sebuah cerita sampaiku tertidur.
Kini semua kenangan nan indah akan tinggal sebuah cerita. Cerita tentang aku, cerita dimana setiap kepingan kenangan hancur lebur bersama puing-puing bangunan yang berserakan. Kisah tentang nenek, aku dan ibuku akan segera berakhir dan kemudian berganti menjadi sebuah cerita baru dimana didalam setiap kisahnya tertulis tentang aku dan dirimu

Tuesday, February 18, 2014

Pilih Jalan Hidupmu Sendiri

Postingan hari ini berbeda dengan posingan saya sebelumnya. postingan kali ini saya tulis sebagai bahan renungan dan pengingat hidup terutama untuk diri saya sendiri. Kisah hidup dan cerita manusia itu pasti berbeda-beda. Setiap orang memiliki ceritanya masing-masing. Namun tidak seorang pun yang tahu panjang atau pendeknya jalan cerita tersebut. Sekenario dan alur cerita setiap orang dirahasikan oleh sang pemberi hidup. Namun yang pasti semua kisah cerita setiap manusia telah tertulis dan tersimpan di mega server di atas sana.

Manusia teralahir seperti selembar kertas putih, bersih putih belum ternoda. Kita sebagai mahluk paling sempurna ciptaanya hanya bisa mengisi lembaran kertas hidup kita dengan catatan amal baik atau amal buruk. Hanya diri kita sendiri yang bisa menulis jalan cerita hidup kita. Kita yang menentukan jalan hidup kita. Tinggal memilih jalan cerita mana yang akan kita pilih untuk memenuhi kisah hidup kita

Wednesday, February 27, 2013

Menembus Kabut Tanjung Jaya Banjarwangi

Udara pagi menyelinap dari celah jendela kamar mengusik tidurku. Melewati jalan bekelok dan beberapa tikungan tajam ku tancap gas motor semakin kencang. Sambutan udara pagi pegunungan dan harumnya yang khas menghentikan laju motor ini. Perut yang keroncongan memaksa kaki ini untuk menghampiri sebuah warung kecil di pinggir jalan dekat sebuah batu besar tinggi menjulang. Menikmati pemandangan alam sekitar untuk istirahat, duduk dan mencicipi hangatnya teh manis buatan si ibu pemilik warung.

Hangatnya teh manis menghangatkan suasana pagi kala itu. Bertegur sapa, sesekali kutanyakan  tentang sebuah kampung bernama 'Cidatar'. dan yes akhirnya dapatlah sedikit informasi tambahan mengenai kampung tersebut. Segelas teh manis dan beberapa gorengan cukuplah untuk menyemangati perut dalam petualangan kali ini. Perut sudah tidak prtotes lagi, informasinya juga sudah dapat dan semangatpun mulai bangkit lagi. Bergegas meninggalkan warung dan go go go CIDATAR..... Perkebunan teh tak nampak lagi, kanan kiri jalan kini berganti pemandangan menjadi ladang ladang milik penduduk setempat. Jalan aspal kini telah berubah menjadi jalan batu terjal yang bercampur tanah merah. Awalnya masih semangat meski jalannya mirip dengan sungai kering. Hanya bisa ketawa terbahak bahak ketika motor mau jatuh. Masih juga terlihat para petani yang sedang bercocok tanam. O yeah Perjalanan yang sangat seru. Semakin jauh jalannya semakin hancur, Busset dah ini jalan ngajak ribut. ''Mendingan kalo pake motor trail, lah ini pake motor matic asruk-asrukan ka jero gunung, mana musim hujan''. Nah disini mulah deh nyalinya ciut dan kepikiran untuk pulang. '' kalau bukan yang penting penting banget ogah banget nerusin ini perjalanan.
Katakan WoW unuk jalan ini, tambah stres aja jadinya. Parah jalannya mas bro. Semakin jauh, terus, terus dan terus eh belum sampai juga. Sudah males bertanya, setiap orang yang saya tanya jawabnya ''sudah dekat a,sedikit lagi, itu di depan'' sudah dekat tapi tetep aja jauh. Berpasan dengan dengan petani yang sedang mengendarai motor mengangkut hasil panennya. Yang ini jawabanya paling jujur. ''Wah masih jauh Cidatar mah, lagian kalo mau ke daerah sini mah jangan pake motor matic atuh''
''Yah si bapa kalau tau jalanya kaya gini mah ogah pake motor trail juga''
''Tapi hebatlah bisa sampai sini pake motor matic''
''Hebat, hebat, ini dalam rangka terpaksa dan memaksakan diri he he'' jawabku
Belnk kiri, belok ka kanan, turunan, tanjakan, turunan lagi tanjakan lagi dan alhamdulillah meskipun dengan bercucuran keringat akhirnya tiba juga di Kampung Cidatar.
Antara bersyukur dan penyesalan. Bersyukur karena telah sampai ditujujan dan menyesal karena teleh memilih kampunp ini.
Yang memperparah keadaan itu adalah kepikiran pulang pas baru saja tiba. ''Nanti pulangnya gimana?''
Ditambah hujan, ditambah lagi pak Rw yang dituju tidak ada ditempat karena sedang ada di ladangnya yang jauh disana. Kepaksa nungguin pak Rw pulang dengan perasaan tidak tenang dan harap harap cemas.
PAASSRRRAH, kata istrinya sebentar lagi pulang.
Dalam hati ''Sebentar dari mana orang saya nunggu sudah hampir empat jam''.
Jam dua siang pak Rw baru datang, dan tanpa basa basi langsung ke target pembicaraam. Setelah ngobrol dan dapat izin langsung bergegas menuju rumah rumah warga yang sudah ditentukan untuk di wawancarai.
Jam sudah menunjukan jam lima sore. Perut yang sejak tadi siang protes belum juga terisi nasi. Seolah tak ingin kehilangan banyak waktu protes sang perutpun terus saya tahan. Lapar pun mulai terlupakan dengan quisioner yang belum selesai. Tepat sesuai dugaan. Semua beres saat adzan magrib berkumandang. Uuckh lega rasanya. Akhirnya saia bisa bernafas panjang.
Respoden terakhir berbaik hati mau mengizinkam saya untuk menginap dan memberi makan. Namun tanda tangan Pak Lurah belum dapat, membuat bingung antara menginap dan pulang saat itu juga. Pemiilik rumah malah tetap memaksa saya untuk menginap karena khawatir dengan kondisi jalan bekas hujan ditambah malam semakin gelap.
Setelah mencari informasi mengenai jalan mana yang aman, akhirnya saya memberanikan diri untuk puĺang. Cemas, tegang, takut dan degdegan bercampur aduk jadi satu. Malam, hujan dan dingin yang mencekam, turunan tajam semua komplit.

Saturday, December 15, 2012

ARB Beramah Tamah Di Pameran UMKM Di GARUT

Calon presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang kerap disapa ARB beramah tamah dengan para pengusaha dan pengrajin UMKM di sela-sela kunjungannya di Garut pada hari Rabu 12 Desember 2012.

Pada pameran yang diadakan di kampus STIE Yasa Anggana saya dan teman teman wirausahawan muda lainnya mendapat jatah untuk menempati satu stand dari panitia yang disediakan untuk OMG, Oesaha Moeda Garoet. Pameran yang diselengarakan selama satu hari itu di sambut baik oleh para wirausahawan Garut. Ini terbukti dengan cukup banyaknya macam macam produk UMKM yang mengisi stand di pameran ini.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya orang yang ditunggu tunggu datang juga. Tepat pukul 10 pagi ARB bersama rombongan tiba di kampus STIE Yasa Anggana dan langsung disambut oleh para wartawan dan mahasiswa. Setibanya di STIE Yasa Anggana ARB langsung menuju stand pameran dengan beramah tamah mengunjungi satu persatu UMKM. Banyak diantara pemilik stand pameran minta di foto produk masing-masing bareng dengan ARB. Kami OMG, NYi Kie Kiek dan Jebleh juga tak mau ketinggalan bernarsis narsis ria dengan ARB. Bukan hanya beramah tamah, ARB juga mencicipi dan berbicara langsung dengan para wirausaha di tiap-tiap stand.

UMKM yang turut serta memeriahkan pameran ini diantaranya OMG, Hijaber Sister Garut, Kadin Garut, UMKM Pertanian dan Sayuran dan UMKM lainnya. Produk yang di pamerkan mulai dari makanan seperti camilan khas garut, borondong, ladu, miniatur kayu, calung sampai fashion, tas, sendal, pakaian dan kerudung.

Setelah puas berkeliling dan beramah tamah dengan para pengusaha Garut ARB kemudian disambut dengan adat kebudayaan sunda Lengser. ARB juga memberikan ceramah motivasi kepada para pengusaha dan ratusan mahasiswa. Dalam ceramah motivasi menuju kesuksessan hidup ARB menekan bahwa seorang pengusaha itu harus memiliki semangat pantang menyerah, tidak mudah putus asa, berani bertindak dan berani mengambil keputusan. Setelah ARB pergi berakhirlah acara yang diselenggarakan para mahasiswa STIE Yasa Anggana dan berakhir pula pamerannya.

Meskipun terbilang singkat namun para mahasiswa dan para wirausahawan khususnya kami yang tergabung di OMG merasa senang di kunjungi dan bertemu langsung dengan ARB. Kami ucapkan terima kasih kepada ARB dan kami berharap bisa mengaplikasikan apa yang telah bapak sampaikan dalam ceramah motivasinya pada usaha yang sedang coba kami kembangkan saat ini.
ARB, di standnya OMG