Showing posts with label Air Terjun. Show all posts
Showing posts with label Air Terjun. Show all posts

Tuesday, June 24, 2014

Memprihatinkan, Jalur Menuju Air Terjun Citiis Semakin Rusak

sobat adventure Garut 23 Juni 2014 - Kondisi jalan menuju air terjun Citiis kini semakin rusak dan bahkan bisa dikatakan sangat parah karena sebagian jalannya telah tiada. Akibatnya akses jalan menuju air terjun ini sangat sulit untuk dilewati, terlebih lagi bagi mereka para wanita dan para pengunjung pemula karena harus melewati turunan yang cukup curam.

Rusaknya jalan menuju air terjun Citiis disebabkan oleh adanya kegiatan penambangan dan penggalian pasir dengan menggunakan alat berat. Pos atau shelter yang biasa dijadikan patokan atau tempat istirahat kini telah lenyap. Jalan dari arah Cipanas kini tidak lagi menjadi jalur utama dan sudah jarang di gunakan para pengunjung karena jalan sangat sulit untuk dilewati. Kini para pengunjung lebih banyak menggunakan jalan dari arah Kampung Tanjung.

Dari dulu penambangan pasir ini bukan hanya merusak jalan menuju air terjun Citiis akan tetapi juga merusak alam Gunung Guntur. Yang lebih parah, Gunung Guntur kini dijadikan tempat pembuangan sampah dan pembuangan limbah industri kulit.

Penambangan dan penggalian pasir di Gunung Guntur telah berlangsung sejak lama. Dan selama penambangan dan penggalian pasir tersebut terus ada dan dibiarkan begitu saja maka bukan tidak mungkin air terjun atau Curug Citiis ini juga akan tinggal cerita.

Friday, October 12, 2012

Jalan Menuju Curug Citiis Gunung Guntur

sobat adventure - Jalur air terjun Citiis yaitu jalur yang melalui Kampung Citiis Desa Penanjung Kecamatan Taogong Kaler Kabupaten Garut. Jalur ini merupakan jalur terpendek sekaligus jalur termudah untuk menuju air tertjun Citiis sebelum. Melalu jalur ini sobat adventure bias menghemat waktu dan tenaga dengan menumpang truk-truk pengangkut pasir hingga setengah perjalanan.

Setelah tiba di ujung jalan penambangan pasir ada dua jalur yang bisa dilewati yaitu jalur darat dan jalur air (jalur sungai Citiis). Sobat tinggal pilih mau menggunakan jalur yang mana. Keduanya mempunya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Jalur darat jalannya lebih terjal  tetapi dengan jarak tempuh yang lebih cepat sedangkan jalur air yaitu jalan dengan menyusuri aliran air sungai air terjun Citiis, jalannya sedikit landai tetapi dengan jarak tempuh lebih lama. Kedua jalur tersebut sama-sama akan membawa kita ke air terjun Citiis.

Thursday, October 4, 2012

Tentang Jalur Cibodas-Cibeureum

sobat adventure Dari papan informasi di information centere yang saya baca pada saat mengunjungi Taman Nasional GunungGede Pangrango TNGGP tentang jalur Cibodas-Cibeureum ternyata jalur menuju air terjun Cibeureum ini merupakan jalan setapak yang ditata dengan batu dan jembatan kayu. Sobat sebaiknya menggunakan sepatu Hiking atau sepatu olahraga untuk kenyamana perjalanan sobat. Jarak ke air terjun tersebut sepanjang 2,7 km dan bisa ditempuh sekitar satu jam untuk satu kali jalan.

Namun, bila sobat adventure tertarik untuk melihat-lihat apa yang ada disepanjang perjalanan, perjalanan tersebut dapat memakan waktu hingga tiga jam bahkan lebih. Setelah lewat jam empat sore, cuaca sudah agak gelap dan bila  masih ingin jalan jalan disarankan membawa lampu senter. Pada bulan November-Maret biasanya sering turun hujan yang disertai angin kencang terutama menjelang sore hari. Jalur ini ini dilengkapi dengan pal batu. Setiap 100 m terdapat pal batu bernomer yang jumlahnya 28 buah.

Tuesday, October 2, 2012

Mengenal Air Terjun Cihanyawar

Curug/ Air terjun Cihanyawar Garut West Jav
sobat adventure - Air terjun Cihanyawar ini terletak di bawah kaki Gunung Cikuray atau tepatnya di Desa Sukamumi Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut dan berada pada ketinggian 1.000 m dpl. Daya tarik utamanya dari air terjun yang memiliki ketinggian 16 m ini adalah airnya yang bersih dan udara disekitarnya yang sejuk, selain itu Curug Cihanyawar jalurnya tidak terlaulu sulit untuk ditempuh membuat air terjun yang satu ini selau ramai di kunjungi para wiisatawan pada hari-hari libur terutama hari Sabtu dan Minggu. Banyak cara untuk meuju air terjun yang satu ini, salah satu caaranya adalah kita bisa berjalan kaki sambil ngeliatin yang namanya Green Tea. yupz bener banget teh hijau kita bisa melihat hamparan luas nan hijau perkebunan teh milik PTP Nusantara VIII.

Cara lain yaitu dengan  bersepeda gunung sambil olah raga atau bisa bisa juga menggunkan kendaraan seperti mobil atau sepeda motor tapi inget sobat semua kudu hati-hati karena jalanannya ngajak bernatem alias belum diasapal ya masih bebaruan dan tanah kaya gitulah.. Selain bisa merasakan dinginnya air terjun kita juga bisa melihat pemandangan yang gak kalah indah dengan tempat-tempat lainnya sob. kita bisa menikmati sensasi keindahan pemandangan rumah-rumah warga yang berada dibawah air terjun Cihanyawar.

Nambah ni Sob!

Sumber air Curug Cihanyawar yang  berasal dan aliran air Gunung Cipadaruun yang berasal dari mata air Gunung Cikuray. sekedar informasi aja Curug Cihanyawar berada dibawah pengelolaan PTP Nusantara VIII dan warga Desa Sukamurni. Walaupun lokasinya berada di perbatasan antara tanah milik PTP Nusantara VIII dan tanah milik masyarakat Desa Sukamurni, tetapi secara legal formal kepemilikannya berada pada tangan PTP Nusantara VIII Perkebunan Dayeuh Manggung, dan termasuk ke dalam blok perkebunan Cipang dengan luas keseluruhan 12,57 ha. Kondisi fisik secara umum berbukit-bukit dengan kemiringan lahan yang curam. lahan sekitar curug ini merupakan daerah pertanian dan perkebunan palawija masyarakat seternpat.
Flora dominan di kawasan ini adalah pohon pinus, lisamara, dan pohon kawung, sedangkan fauna didominasi oleh babi hutan, ular, musang, tupai dan berbagai jenis burung.

Di Curug Cihanyawar belum banyak dikernbangkan fasilitas pendukung kegiatan wisata, adapun fasilitas pendukung yang tersedia berupa 5 buah shelter yang terletak ? 50 m dari air terjun dan tempat ibadah berupa musholla dan masjid yang terletak di pemukiman penduduk. Di sekitar objek wisata ini belum tersedia fasilitas akomodasi dan makan minum, namun pengunjung dapat tinggal di Hotel Ngamplang yang terletak di Jalan Raya Tasikmalaya dengan jarak ? 2,5 km dari pusat Kecamatan Cilawu. Fasilitas rumah makan terdekat dari lokasi objek ini adalah Rumah Makan Megawati yang terletak di Jalan Raya Cigarangsang No. 42, Kecamatan Cilawu.

Untuk mencapai lokasi air terjun Cihanyawar dapat digunakan kendaraan pribadi atau angkutan kota rute terminal Guntur-Bojongloa dengan tarif Rp.2.000,- per orang dan menggunakan alat transportasi lain seperti microbus rute Garut-Singapama dengan tarif Rp.6.000,-per orang. Pencapaian ke lokasi Curug Cihanyawar dari akhir jalan akses, pengunjung dapat menggunakan ojeg dengan tarif Rp.1.500 - Rp.3.000,- per orang. Jalan menuju ke air terjun didukung oleh jenis jalan Kecamatan dengan lebar 2,5 m dan kondisi yang cukup baik

Monday, March 21, 2011

Curug Ngebul "Air Terjun yang Tersembunyi"

sobat adventure -Curug Ngebul adalah salah satu curug yang ada di Kabupaten Garut, tepatnya ada di kampung Citilu desa Tanjung Jaya Kecamatan Banjarwangi. 

Air Terjun Ngebul
Belum banyak yang tahu memang tentang keberadaan air terjun Ngebul ini karena memang tersembunyi dibalik hutan di belakang Kampung Citilu serta belum dikelola sebagai objek wisat. Meskipun demikian Dahulunya air terjun Ngebul sempat populer dan menjadi kunjungan objek wisata yang diminati masyarakat sekitar kampung Citilu dan masyarakat sekitaran Cikajang. Menurut keterangan yang saya dapat dari Mang Odin sampai-sampai sehabis lebaran dan hari libur lainnya terutama hari Sabtu dan Minggu selalu ramai di kunjungi pengunjung. 


Kemudian kenapa air terjun tersebut dinamakan curug Ngebul? hal tersebut dikarenakan apabila air terjun tersebut dilihat dari dasar, air terjun akan terlihat Ngebul (berkabut) seperti kepulan asap. Dan setelah dibuktikan oleh saya dengan melihatnya dari dasar air terjun, memang benar airnya terlihat seperti asap yang mengepul.


Namun sekarang curug Ngebul yang indah itu sekarang sepi pengunjung, bagaimana tidak air terjun Ngebul kini sudah tidak terawat sekarang jalannya pun sulit untuk dilalui karena banyak ditumbuhi tanaman semak belukar. Air terjun yang memilik tinnggi kurang lebih 12 meter ini kini terbengkalai dan dibiarkan begitu saja tanpa ada yang mau merawat serta memelihara curug tersebut, padahal curug ngebul sangat berpotensi untuk dijadikan objek wisata khusunya untuk objek wisata alam di Garut.



Menurut Mang Odin salah satu warga kampung Citilu yang mengantar saya ke tempat air terjun berada, beliau mengatakan " kapungkur mah jang seueur pisan anu ngadon arameng ka curug Ngebul teh,ngan tos hampir dua tahun katukang ieu mah ieu curug teh tos jarang aya nu arameng ka curug Ngebul teh" Tutur si Mang Odin dengan logat bahsa sundanya yang khas. ("dahulu memang banyak pengunjung yang datang ke air terjun Ngebul, tapi dua tahun terakhir kebelakang sudah jarang pengunjung yang datang")

Bukan kayanya lagi ini mah tapi harus. Harus adanya perhatian dari semua pihak agar air terjun Ngebul bisa seperti dulu lagi dan tidak terbengkalai begitu saja seperti saat ini, bila diingat dulu banyak sekali orang yang berkunjung ke Curug Ngebul. Ini menurut saya, dan mungkin menurut orang yang pernah berkunjung ke air terjun Ngebul pasti mempunyai harapan yang sama yaitu harus ada perhatian khusus dari pemerintah setempat dan masyarakat kampung Citilu itu sendiri. "Abdi miharep ieu Curug Ggebul teh tiasa siga kapungkur deui". ("saya berharap semoga air terjun Ngebul bisa seperti dahulu lagi")  tutur si Mang Odin!

Untuk menuju air terjun Ngebul ini memerlukan waktu satu jam setengah dengan menggunakan kendaraan umum dari terminal Ciawitali Garut dengan manaiki elf jurusan Cikajang atau Pameungpeuk, dan satu jam dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Dari jalan raya Cikajang setelah melewati Tebing Patapaan dan sekolah dasar belok kiri masuk jalan kecil menuju Kampung Citilu. Bagi sobat yang tidak membawa kendaraan sendiri bisa berjalan kaki dengan jarak tempuh satu kilometer dengan melewati hutan pinus. Setelah tiba di Kampung Citilu sobat tinggal langsung saja minta di antar kepada warga Kampung Citilu. Tidak harus membeli tiket masuk cuma membayar uang seiklasnya  kepada orang yang mengantar.

Tebing Patapaan


Baca juga, Aksi Tanam 5000 Pohon Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Garut yang ke 199, Sejarah Kampung Citilu dan Semangat yang Tidak Pernah Padam Meski Listri Terus Paedam




Merasakan Kebebasan, Arti hidup, Kepuasan Diri Dan Keberhasilan, Life’s An Adventure
 

Saturday, March 19, 2011

Mengenal Air Terjun Citiis Gunung Guntur

sobat adventure - Air terjun Citiis adalah salah satu curug yang berada diwilayah kabupaten Garut yang sering dikunjungi banyak orang. Air terjun Citiis termasuk salah satu obejek wisata alam yang terletak di bawah kaki gunung Guntur, sering dikunjungi pengunjung dari kota Garut maupaun dari luar kota Garut seperti hari sabtu dan minggu.

Banyak pengunjung yang berkunjung ke air terjun Citiis hanya sekedar untuk mandi dan bemain disekitaran air te. Ada pulayang nge camp  alias kemping di air terjun Citiis ini. Air terjun yang berada di kecamatan Tarogong Kaler ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki dengan waktu kurang lebih satu jam bagi mereka yang lumayan cepat jalan kakinya.

Air Citiis ini dadalah salah satu curug dari tiga curug yang berada diatasnya. Air terjun yang tingginya sekitaran 12 meter ini, selai kita dapat mandi dan menikmati sejuknya udara pegunungan di sini kita dapat pula melihat pemandangan kota Garut dari air terjun Citiis ini, wah pokona mah endah weh,,, he he pke bahasa sunda saeutik. Air curug Citiis berasal dari beberapa mata air kecil yang tergabung menjadi sebuah sungai kecil yang airnya mengalir sampai ke perkampungan warga dan dimanfaatkan sebagai sumber mata air untukmemenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Namun sangat disayangkan, kurangnya perhatian dari pemerintah dan warga setempat air terjun Citiis ini kurang terawat, itu terlihat terlihat pada saat saya dan teman-teman mengunjungi air terjun citiis ini. Sampah-sampah makanan, botol minuman, plasti shampo sashet dan lain-lain berserakan di pinggir air terjun Citiis. kurangnya sarana dan prasarana seperi tempat untuk ganti pakain membuat pengunjung kurang nyaman. Ditambah lagi jalan menuju air terjun Citiis sudah hampir tidak ada akibat penambangan pasir membuat perjalanan menjadi lebih lama, hhmmmmm sayang padahal konon katanya curug Citiis ini sangat bersih dan masih terjaga kelestariannya, jalan menuju curugnya pun belum rusak dan rimbun dengan pepohonan di sisi kiri kanan jalan.